Spesifikasi Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama RI dari Italia

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi akhirnya sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9). Kapal yang dihibahkan oleh Italia ini merupakan kapal induk pertama Indonesia.

Kapal tersebut sudah memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB. Kedatangan kapal disambut tabuh gendang dan tim marching band TNI yang sudah memainkan beberapa lagi, salah satunya lagu khas Betawi, "Si Jali Jali".

Menurut laporan Antara, kedatangan kapal ini disambut sejumlah pejabat tinggi militer. Mereka yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi telah berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal oleh kapal perang dari Angkatan Laut Italia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan selama perjalanan berlangsung kapal induk telah singgah di beberapa negara, salah satunya di Sri Lanka.

Setelah dari Sri Lanka, barulah kapal induk pertama RI itu masuk ke wilayah perairan Indonesia melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Bangka Belitung.

Saat masuk ke wilayah Indonesia, kapal induk tersebut juga langsung dikawal oleh dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Nama kapal yang pertama kali diluncurkan pada 1983 ini diambil dari seorang patriot atau tokoh militer Italia pada abad ke-19 yakni Giuseppe Maria Garibaldi.

Mengutip berbagai sumber, MCS (Main Continet Ship) Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk asal Italia. Kapal ini punya sejarah penting bagi negara tersebut.

Giuseppe Garibaldi menjadi kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kabarnya, kapal ini sedang melakukan upgrade besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke angkatan laut Indonesia.

Kapal ini dirancang dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL). Meski fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan.

Kapal ini memilih sistem penggerak konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan. Mesin ini terdiri dari:

  • 4 Turbin GAS General Electric/Avio LM2500: Menghasilkan daya total hingga 82.000 shp untuk memutar dua poros baling-baling, mampu membawa kapal melaju hingga kecepatan 30 knot dengan jangkauan operasional sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
  • 6 Generator Mesin Diesel Grand Motori Trieste B230/12: Digunakan untuk memasok kebutuhan listrik cadangan dan operasional seluruh sistem radar, navigasi, serta instrumen kapal melalui konsol terintegrasi SEPA 7614.

Persenjataan dan sensor

Sebagai kapal induk yang juga mewarisi karakteristik kapal penjelajah, Garibadli memiliki sistem pertahanan diri yang terbilang sangat kuat jika dibandingkan dengan kapal induk standar milik Angkata Laut AS yang biasanya sangat bergantung pada kapal pengawal.

Sistem persenjataan dan sensor kapal ini di antaranya:

  • Pertahanan udara: Dilengkapi dengan 2 peluncur rudal delapan sel Selenia "Albatros" yang menampung total 48 rudal Aspide untuk menangkal ancaman udara jarak menengah.
  • Anti-kapal permukaan: Awalnya dipasang 8 peluncur rudal anti-kapal OTOMAT MK-2 di bagian buritan, tapi dilepas pada tahun 2003 untuk memperluas geladak penerbangan.
  • Sistem pertahanan titik (CIWS): Memiliki 3 meriam ganda Breda 40mm/70 yang terintegrasi dengan sistem pertahanan Dardo untuk merontokkan rudal yang lolos dari pertahanan utama, dengan jangkauan tembak hingga 4 km terhadap sasaran udara.
  • Sistem anti-kapal selam: Dipasang 2 tabung peluncur torpedo tiga laras jenis ILAS-3 (kaliber 324mm) yang menggunakan torpedo ringan Mk 46 atau A-244.

(dmi)

Read Entire Article
| | | |