CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 02:00 WIB
Ilustrasi mogok serikat penulis di Amerika Serikat. (AFP/FREDERIC J. BROWN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Staf serikat pekerja penulis industri media, Writers Guild of America West (WGAW), melakukan mogok kerja dan menuding pimpinan serikat melanggar undang-undang ketenagakerjaan.
Writers Guild of America West (WGAW) merupakan salah satu dari lima organisasi yang mewakili penulis, termasuk Screen Writers Guild. Bersama Writers Guild of America, East (WGAE), WGAW tergabung menjadi Writers Guild of America Union (WGA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemogokan ini melibatkan sekitar 100 dari 150 staf di serikat pekerja tersebut. Pekerja yang tergabung dalam Writers Guild Staff Union (WGSU) sebagai bagian dari Pacific Northwest Staff Union ini mogok setelah perundingan bulan lalu gagal.
"Writers Guild Staff Union (WGSU) telah menyerukan pemogokan praktik ketenagakerjaan yang tidak adil sebagai protes terhadap praktik-praktik tersebut yang dilakukan oleh manajemen Writers Guild of America West," kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan
"Manajemen serikat pekerja telah mengawasi para pekerja untuk aktivitas serikat pekerja, memberhentikan pendukung serikat pekerja, dan terlibat dalam perundingan permukaan yang tidak jujur, menunjukkan tidak ada niat untuk mencapai kesepakatan pada sebagian besar isu inti WGSU."
Variety mengatakan aksi mogok ini dilakukan sebulan sebelum WGA dijadwalkan duduk bersama Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP) untuk memulai perundingan kontrak baru bagi penulis TV dan film Hollywood.
Pimpinan serikat pekerja mengatakan bahwa mereka mengharapkan perundingan akan berjalan seperti biasa meskipun terjadi pemogokan.
Anggota serikat pekerja mulai melakukan aksi mogok di luar kantor pusat WGA West di Los Angeles pada Selasa (17/2) sore dan membawa sejumlah spanduk tanda protes.
"Tidak ada keterlibatan sama sekali, tidak ada keterlibatan nyata, dari mereka kepada kami," kata Missy Brown, salah satu ketua komite perundingan WGSU. "Pada sesi negosiasi terakhir, aangat jelas bahwa tidak ada lagi pergerakan dari manajemen."
Dalam pernyataan di laman resmi mereka, WGA mengatakan mereka akan terus bernegosiasi dengan iktikad baik dengan staf.
"Negosiasi AMPTP khususnya akan berdampak minimal karena staf eksekutif dan manajer yang memainkan peran kunci dalam bekerja langsung dengan Komite Perundingan WGA tidak akan melakukan mogok kerja."
WGA West sendiri membantah tuduhan negosiasi yang tidak jujur, tetapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menghormati hak staf untuk melakukan pemogokan.
"Selama 19 sesi negosiasi sejak September, the Guild telah menawarkan kepada serikat pekerja proposal komprehensif dengan banyak perlindungan serikat dan peningkatan kompensasi serta kondisi kerja," kata WGA West.
"Tuduhan PNWSU tentang praktik perburuhan yang tidak adil, tidak berdasar. Dewan WGAW, Komite Negosiasi WGA, dan staf eksekutif akan terus mempersiapkan negosiasi MBA yang akan datang, dan staf manajemen akan melanjutkan fungsi inti the Guild. Kami berharap dapat mencapai kesepakatan kontrak pertama dengan serikat pekerja."
(end)
















































