Stiker 'Dilarang Merokok' di Pesawat Hilang, Penerbangan Ditunda

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 20 Feb 2026 17:45 WIB

Sebuah penerbangan maskapai American Airlines batal lepas landas karena hilangnya stiker "Dilarang Merokok" di salah satu baris kursi mereka. Ilustrasi kabin pesawat. (istockphoto/AlxeyPnferov)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah penerbangan maskapai American Airlines batal lepas landas karena hilangnya stiker "Dilarang Merokok" di salah satu baris kursi mereka. Stiker kecil tersebut bukan hanya tempelan semata, melainkan salah satu syarat pesawat layak terbang.

Insiden yang baru-baru terjadi ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh seorang pengguna Reddit. Ia mengatakan bahwa pesawat tersebut menunda penerbangan (delay) karena salah satu kursi tidak memiliki stiker "No Smoking" atau "Dilarang Merokok", entah hilang atau ada yang iseng mencopotnya.

"Kami semua sudah naik, dan pilot tiba-tiba keluar untuk mengumumkan kepada penumpang bahwa satu jam yang lalu mereka menemukan di baris 18 ada stiker larangan merokok yang hilang," tulis penumpang tersebut, mengutip Fox News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa stiker ini, secara hukum pesawat tersebut tidak diizinkan untuk terbang. Maskapai mengklaim pihaknya tengah menunggu stiker baru dari Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), karena hanya mereka yang memiliki otoritas untuk memperbaiki dan melengkapi komponen pesawat.

Namun, penumpang menuntut proses yang lebih cepat dan sederhana. "Tidak bisakah kita ganti tulisannya menggunakan Sharpie (spidol)?" kata penumpang itu.

Insiden ini kemudian memicu diskusi para warganet di media sosial Facebook. Sebuah komentar menjelaskan bahwa di dalam kabin ada papan atau tempelan stiker yang keberadaannya krusial. Secara lebih luas, fungsi tempelan ini memiliki tujuan keselamatan penerbangan.

Sementara itu, seorang ahli di industri perjalanan, Gary Leff mengatakan bahwa maskapai tidak punya banyak pilihan ketika mengalami insiden seperti ini.

Yang bisa mereka lakukan adalah menunda penerbangan, karena dalam kacamata hukum pesawat dinyatakan tidak layak terbang tanpa kelengkapan komponen di kabin.

"Begitu seseorang melaporkan tanda dilarang merokok itu hilang, American Airlines tidak punya pilihan lain untuk mengatasi masalah tersebut selain menunda penerbangan," ujar Gary Leff.

Tanda atau stiker seperti ini sebenarnya masuk ke dalam daftar Minimum Equipment List (MEL), yaitu komponen yang boleh rusak atau hilang sementara waktu tanpa harus menunda penerbangan. Namun ada syaratnya, ini hanya berlaku apabila kursi yang terdampak tersebut diblokir (tidak digunakan).

Jadi, penerbangan American Airlines tetap bisa terbang tepat waktu meskipun tanpa mengganti stiker dilarang merokok itu dengan yang baru, asalkan kursi yang kehilangan stiker tersebut tidak digunakan. Akan tetapi dalam kasus ini, American Airlines tidak mengambil opsi tersebut dan memilih untuk menunda penerbangan.

Leff juga menganggap aturan seperti ini sebenarnya terlalu kaku. Sebab, penumpang umumnya sudah paham bahwa merokok itu dilarang di pesawat. Meskipun tanpa tempelan stiker di setiap kursi, awak kabin bisa memberikan imbauan mengenai aturan dilarang merokok ini secara langsung.

Namun, bagaimanapun, hukum di dunia penerbangan tetap berlaku dan perlu dipatuhi. Aturan pesawat yang harus memiliki tanda "Dilarang Merokok" ini resmi ditetapkan Federal Aviation Administration (FAA) sejak 22 Oktober 2024.

(ana/wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |