Jakarta, CNN Indonesia --
Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Shell terpantau kembali langka. Stok BBM Shell di sejumlah SPBU cenderung kosong.
Dalam beberapa waktu terakhir, konsumen Shell kemungkinan mulai kesulitan mendapatkan jenis bensin super BBM Shell.
Menurut pantauan Detikoto, di Jakarta hanya tersisa empat SPBU yang masih memiliki bensin jenis Super alias RON 92, per Kamis (29/1). Adapun di Tangerang dan Bekasi stoknya kosong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di Bogor masih ada dua SPBU Shell yang memiliki stok bensin RON 92.
"Kami berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya, agar berbagai varian produk BBM tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar bahan bakar berkualitas Shell," kata President Director dan Managing Directr Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian kepada Detikoto, Kamis (29/1).
Tahun lalu, stok BBM Shell juga sempat mengalami kelangkaan. Di mana, stok bensin baru bisa terpenuhi setelah perusahaan bersepakat untuk mengimpor base fuel melalui Pertamina.
Sayangnya, kondisi tersebut tak berlangsung lama, tepatnya sebulan setelah menjual BBM impor dari Pertamina, stok BBM Shell langka lagi.
Ingrid menjelaskan saat ini Shell tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait impor BBM tahun 2026.
Sebelumnya. diketahui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengizinkan SPBU swasta mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun ini. Harapanya pasokan BBM di SPBU swasta kembali normal lagi.
Pemerintah berharap setelah izin impor tersebut, pasokan BBM di SPBU swasta tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ingin Indonesia berhenti impor bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.
Bahlil mengatakan rencana tersebut sedang dirancang tahun ini dan ditargetkan bisa direalisasikan pada akhir 2027.
Saat impor disetop, Bahlil menegaskan Indonesia akan mengolahnya sendiri di kilang domestik dengan tetap mengimpor minyak mentah.
"Untuk 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang RON 92, 95, 98. Nah, ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027, supaya apa? Kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk tapi nanti yang kita depan adalah kita impor adalah crude-nya," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (22/1).
(ins/pta)

















































