Jakarta, CNN Indonesia --
Jutaan warga Iran dan delegasi dari sekitar 30 negara diperkirakan bakal hadir dalam upacara pemakaman Ali Khamenei di Teheran. Di antara delegasi negara-negara yang hadir, delegasi AS dan negara Barat disebut bakal absen.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei berkata setidaknya 8 kepala pemerintahan atau kepala negara dan parlemen dari 12 negara akan hadir. Delegasi dari Irak, Afghanistan, dan Pakistan dilaporkan sudah berada di Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memastikan tidak ada negara Eropa yang diundang secara resmi. Mereka yang hadir, kata dia, "berada di sisi sejarah yang benar". Dia pun menuduh pemerintah Eropa mengambil sikap "memalukan" terhadap aksi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan Rusia mengirim mantan Presiden dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev sebagai utusan khusus Presiden Vladimir Putin.
China mengirimkan wakil ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional. Kemudian Pemerintahan Taliban Afghanistan akan diwakili oleh Pelaksana Tugas Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi.
Delegasi Irak dipimpin oleh Presiden Nizar Amidi dan ketua parlemen Haibet al-Halboosi. Nechirvan Barzani, perdana menteri Wilayah Kurdistan juga turut hadir.
Kemudian bakal hadir delegasi dari Pakistan, India, Turki, Azerbaijan, Armenia, Georgia, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, Bangladesh, Malaysia, Oman, Qatar, Belarus, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Mesir, Ghana, Nikaragua, Republik Demokratik Kongo, Serbia, dan Kuba.
Selain itu juga akan ada delegasi dari Tunisia, Lebanon, Namibia, Sri Lanka, Myanmar, Gambia, dan Thailand, dan Shanghai Cooperation Organisation serta Economic Cooperation Organisation.
Khamenei (86) tewas pada Februari dalam serangan terhadap kediamannya di Teheran, ibu kota Iran. Jenazahnya disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla Teheran, sebuah kompleks ibadah terbesar di sana.
Upacara berkabung sebelumnya telah dilaksanakan pada Kamis malam. Pelayat mengenakan busana serba hitam. Pelayat ini diidentifikasi media pemerintah sebagai keluarga dari mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam konflik 12 hari pada 2025 dan perang Iran baru-baru ini.
Mereka melemparkan syal dan barang-barang lain agar hadirin dapat menyentuh peti mati. Praktik ini umum di Iran dan dianggap sebagai berkah.
Peti mati Khamenei sendiri diselimuti bendera merah dengan kaligrafi putih bertuliskan "Ya Hussein" yakni sebuah ungkapan Syiah untuk mengenang kemartiran cucu Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7.
Upacara perpisahan dan berkabung publik dimulai di Grand Mosalla Teheran pada Sabtu dan Minggu lalu diikuti prosesi pemakaman.
Upacara dilanjutkan di Qom pada Senin, lalu pemakaman dan penguburan terakhir akan berlangsung pada Rabu di Mashhad.
(els)
Add
as a preferred source on Google


















































