Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Badminton Indonesia melalui dua turnamen awal di 2026 dengan nihil gelar di tangan. Daihatsu Indonesia Masters 2026 jadi pembuktian.
Indonesia Masters yang ada di level Super 500 berada di nomor urut ketiga dalam daftar rangkaian turnamen yang digelar di bulan Januari 2026. Pada dua turnamen sebelumnya, digelar turnamen dengan level lebih tinggi yaitu Malaysia Open (Super 1000) dan India Open (Super 750).
Dalam dua turnamen tersebut, tidak ada pemain Indonesia yang mampu merebut gelar juara. Pencapaian tertinggi adalah runner up yang dicatat Jonatan Christie di India Open.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran, Indonesia mengirim sembilan wakil di Malaysia Open dan kemudian hanya menyertakan empat wakil di India Open. Minimnya pemain yang dikirim ke India Open diyakini sebagai bentuk persiapan maksimal menuju Indonesia Masters.
Karena itu pemain-pemain macam Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Alwi Farhan, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu bakal berada dalam kondisi bugar di Indonesia Masters.
Selain itu, faktor lainnya adalah berkurangnya pemain-pemain unggulan yang tampil di Indonesia Masters. Shi Yuqi, An Se Young, Wang Zhiyi, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, Liu Shengshu/Tan Ning, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, dan sejumlah pemain bintang lainnya.
Dengan berkurangnya pemain andalan, otomatis persaingan tidak akan seketat seperti di dua turnamen sebelumnya.
Pada tahun lalu, pemain Indonesia tidak meraih gelar juara. Catatan terbaik adalah dua gelar runner up lewat Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
(ptr/sry)

















































