Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan keamanan siber Zimperium mengungkap sebuah malware Android baru bernama Mantax Otax yang dijalankan oleh operator Indonesia. Apa itu?
Menurut Zimperium, malware ini menggabungkan kemampuan ransomware dan spyware untuk mengunci file dan mencuri data sensitif korban. Operator Mantax Otax yang berasal dari Indonesia mendistribusikan malware ini lewat APK berbahaya yang dihosting di luar Google Play Store.
Operator malware menargetkan pengguna melalui pesan phishing dan social engineering (rekayasa sosial). Kemudian, setelah file APK tersebut terinstall di HP Android, malware meminta izin untuk menggunakan layanan Aksesibilitas, yang memberikannya kontrol luas atas perangkat yang terinfeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, malware akan mengambil domain infrastruktur command and control (C2) dari Github, dan mengirimkan informasi korban seperti lokasi, operator seluler, versi Android, dan ID perangkat.
"Indikator bahasa dan berkas yang didapatkan dari korban menunjukkan bahwa pelaku ancaman secara khusus menyasar target di Indonesia," tulis Zimperium dalam laporannya, dikutip Senin (14/9).
Melansir Detik, Mantax Otax mengenkripsi perangkat yang menjalankan Android versi lawas. Modul ransomware ini hanya bisa dijalankan di Android 9 atau lebih lawas, karena fitur keamanan dan privasi 'Scoped Storage' di Android 10 dan lebih baru membatasi kemampuan enkripsi ke direktori file eksternal.
Mantax Otax juga mencakup fitur spyware, kontrol jarak jauh, hingga mengganggu korban. Para peneliti Zimperium menemukan malware ini dapat mencuri PIN screen lock, membaca SMS dan OT, mengakses log panggilan, kontak, riwayat browsing, informasi akun Google, dan lokasi.
Menurut para peneliti, malware ini juga dapat mengintip chat WhatsApp dan Telegram pengguna lewat interaksi simulasi via layanan Aksesibilitas. Tidak hanya itu, Mantax Otax juga dapat mengambil foto menggunakan kamera perangkat yang disusupi malware dan mengirimkannya ke operator.
Versi kedua malware ini juga menambah fungsi untuk mengganggu pengguna, seperti video layar penuh dan gambar 'jumpscare'.
Menurut perusahaan, saat ini Mantax Otax sudah terdeteksi dan diblokir di perangkat Android dengan Play Protect aktif dan menjalankan update keamanan terbaru. Pengguna Android diimbau untuk tidak menginstall APK dari sumber tidak resmi, tidak memberikan izin Aksesibilitas ke aplikasi yang mencurigakan.
(dmi)


















































