Terbang Nyaris 17 Tahun, Lisensi Pilot Maskapai Ini Ternyata Palsu

3 hours ago 8

CNN Indonesia

Kamis, 11 Jun 2026 19:15 WIB

Ilustrasi pilot. Ilustrasi pilot. (Istockphoto/Humonia)

Jakarta, CNN Indonesia --

Layaknya alur cerita dalam film Hollywood Catch Me If You Can, seorang mantan pilot senior maskapai Air Canada ditangkap polisi setelah terbukti menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun menggunakan lisensi pilot kapten palsu.

Kepolisian Regional Peel di Ontario, Kanada, mengumumkan bahwa pelaku bernama Geoffrey Wall ditangkap pada 1 Juni lalu.

Berdasarkan hasil investigasi, Wall tercatat telah memimpin lebih dari 900 penerbangan domestik maupun internasional sepanjang tahun 2009 hingga 2025 tanpa pernah mengantongi lisensi kapten yang sah atau menyelesaikan ujian wajib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investigasi ini dan detail di sekitarnya benar-benar terbaca seperti sebuah naskah film," ujar Wakil Kepala Polisi Regional Peel, Milinovich, dalam konferensi pers di Ontario, seperti dilansir CNN, Selasa (9/6).

"Pelaku berhasil naik pangkat hingga posisi komandan pilot, di mana selama hampir 17 tahun ia menerbangkan pesawat berbadan lebar Boeing 767, 777, dan 787," katanya.

Selama masa penyamarannya tersebut, Wall berhasil meraup akumulasi gaji yang fantastis, yakni hampir 3 juta Dolar Kanada atau lebih dari Rp38 miliar.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa Wall sebenarnya memiliki lisensi resmi sebagai pilot komersial biasa selama 27 tahun berkariernya di Air Canada. Namun, petaka administrasi dimulai pada tahun 2009 ketika ia dipromosikan menjadi Kapten.

Untuk menduduki posisi tertinggi di kokpit tersebut, seorang pilot wajib memiliki Airline Transport Pilot License for Aeroplanes (ATPL-A). Polisi menyatakan Wall tidak pernah memiliki dokumen krusial tersebut dan memalsukannya demi mendapatkan promosi.

"Ini sangat mirip dengan seorang dokter yang memiliki izin untuk mempraktikkan kedokteran umum, tetapi nekat melakukan operasi bedah otak di ruang praktiknya. Ada persyaratan dan regulasi tambahan untuk penunjukan profesional yang eksis karena suatu alasan penting," tegas Milinovich.

Kedok Wall akhirnya terbongkar pada akhir tahun 2025 ketika pemeriksaan rutin terhadap kredensial staf menemukan adanya "anomali di dalam dokumentasi lisensi pilot" miliknya. Air Canada langsung melaporkan temuan ini kepada regulator penerbangan, Transport Canada.

Menariknya, Wall sempat mengajukan pensiun pada tahun 2025, tepat sebelum investigasi gabungan regulasi dan kriminal bersandi "Project Icarus" resmi diluncurkan pada Januari 2026.

Meskipun kecolongan besar dalam hal administrasi, pihak maskapai Air Canada menegaskan bahwa keselamatan penerbangan selama 17 tahun tersebut tidak pernah berada dalam bahaya nyata. Hal ini dikarenakan kapasitas terbang Wall sebagai pilot komersial dasar tetap teruji dengan baik.

"Keselamatan tidak dikompromikan oleh insiden ini karena semua pilot di Air Canada wajib menjalani pelatihan berulang yang ketat setiap enam bulan untuk memvalidasi kompetensi terbang mereka. Ini termasuk uji terbang atau flight check dengan pilot pemeriksa bersertifikat dari Transport Canada setiap 12 bulan sekali," tulis Air Canada dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, maskapai mengutuk keras tindakan pemalsuan ini karena sistem lisensi berjenjang adalah pilar utama dari prosedur keselamatan berlapis di industri penerbangan global.

Akibat perbuatannya, Geoffrey Wall telah dijatuhi sanksi denda berat oleh Transport Canada dan kini menghadapi tujuh dakwaan kriminal, termasuk penipuan di atas 5.000 Dolar Kanada, dua dakwaan mengedarkan dokumen palsu, dan tiga dakwaan kepemilikan tanda merek palsu. Wall dijadwalkan akan mulai diadili di pengadilan pada 29 Juni 2026.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |