Timteng Tegang, Milisi Irak, Yaman, Lebanon Bersiap Perang Bantu Iran

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok-kelompok milisi sekutu Iran mulai bersiap usai armada perang Amerika Serikat (AS) merapat ke Timur Tengah.

Milisi di Lebanon, Yaman, hingga Irak mulai menyiapkan pasukan di tengah kekhawatiran meletusnya perang baru antara AS-Israel dan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yemen Monitor melaporkan Houthi Yaman pada Senin (26/1) mengisyaratkan bahwa mereka akan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah.

Houthi merilis video yang menampilkan serangan terhadap kapal tanker minyak afiliasi Inggris Marlin Luanda di Teluk Aden pada Januari 2024 lalu. Dalam keterangannya, kelompok milisi itu menyebut "Apa yang akan datang akan lebih besar."

Video pendek lainnya juga dirilis pada Minggu oleh media militer Yaman yang dikelola Houthi, yang menampilkan rekaman sebuah kapal terbakar dengan keterangan "Segera".

Sementara itu, kelompok Hizbullah Lebanon pada Senin juga mengisyaratkan siap untuk berperang. Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan ancaman terhadap Iran juga akan dialami Hizbullah karena AS mempertimbangkan sejumlah skenario.

[Gambas:Video CNN]

"Amerika Serikat dan Israel sedang mempertimbangkan beberapa skenario, yaitu menyerang Hizbullah lebih dulu dan kemudian Iran, menyerang Iran lebih dulu dan kemudian Hizbullah, atau menyerang keduanya secara bersamaan," kata Qassem, seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Qassem berujar karena kemungkinan-kemungkinan ini, Hizbullah "bertekad untuk membela diri". Ia menambahkan respons Hizbullah akan tergantung pada bagaimana pertempuran berkembang dan pada kepentingan yang ada.

"Kami akan memilih bagaimana kami bertindak di waktu yang tepat. Hizbullah tidak netral dalam masalah ini," tegasnya.

Qassem juga berkomentar mengenai ancaman pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Menurutnya, ancaman tersebut sama saja dengan ancaman terhadap puluhan juta umat Islam.

Pada Minggu (25/1), Kataib Hizbullah Irak juga menyatakan kesiapan membela Iran dengan menyebut serangan apa pun terhadap Teheran merupakan "perang total".

Kataib Hizbullah menyerukan semua mujahidin di seluruh dunia bersatu menentang "kekafiran dan kemunafikan". Kelompok itu bersumpah perang terhadap Iran akan menyebabkan kematian bagi semua yang melancarkan.

"Kami katakan kepada saudara-saudara mujahidin kami yang terkasih untuk mempersiapkan diri di lapangan untuk ini," demikian pernyataan Kataib Hizbullah, seperti dikutip Iran International.

"Tidak ada satupun dari kalian (musuh) yang akan tersisa di wilayah kami," demikian pernyataan Kataib Hizbullah, seperti dikutip Press TV.

Timur Tengah menegang setelah kapal induk AS USS Abraham Lincoln tiba di kawasan. AS sejak beberapa waktu terakhir mengindikasikan bahwa mereka sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap pedemo.

Iran diguncang demo besar sejak 28 Desember buntut krisis ekonomi. Demo yang berubah jadi tuntutan perubahan rezim itu telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut perhitungan pemerintah.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan armada perang AS dikerahkan ke Timur Tengah untuk berjaga-jaga atas situasi panas di Iran. Pada Selasa (27/1), ia bahkan mengirim lagi armada tambahan ke Iran.

Iran sudah menyatakan akan membalas serangan apa pun yang diluncurkan terhadap mereka. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memperingatkan serangan terhadap Iran dapat memengaruhi kawasan secara keseluruhan.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |