Jakarta, CNN Indonesia --
Tidur selama penerbangan bisa menjadi tantangan tersendiri. Posisi kursi yang sempit, suara mesin pesawat, hingga cahaya di dalam kabin sering kali membuat penumpang sulit terlelap.
Padahal, bagi sebagian orang, tidur di pesawat menjadi cara untuk mengisi waktu, terutama ketika harus menempuh penerbangan jarak jauh. Pramugari yang terbiasa menghabiskan banyak waktu di udara tentu memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan waktu istirahat selama penerbangan.
Katie Storck, awak kabin Southwest Airlines yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade, membagikan sejumlah tips agar penumpang bisa tidur lebih nyenyak di pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Southern Living, Storck mengatakan salah satu cara paling sederhana untuk membuat tubuh lebih rileks selama penerbangan adalah memilih pakaian yang tepat.
1. Kenakan pakaian berlapis
Storck menyarankan penumpang mengenakan pakaian berlapis ketika bepergian. Cara ini membuat tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di dalam kabin.
"Suhu di dalam pesawat bisa berubah-ubah drastis; Anda bisa merasa nyaman dengan hoodie atau melepasnya saat musim panas jika kabin terasa panas," ujarnya.
Hoodie atau syal berukuran besar juga bisa memiliki fungsi lain. Keduanya dapat digunakan sebagai selimut atau bahkan bantal darurat ketika penumpang ingin tidur. Sementara itu, celana jogger dan kaus kaki bisa membantu tubuh terasa lebih santai sehingga lebih siap untuk beristirahat.
"Mengenakan sepatu model slip-on juga merupakan pilihan cerdas karena Anda bisa melepasnya dengan mudah dan tanpa repot di tengah penerbangan," ungkapnya.
2. Siapkan perlengkapan tidur
Perlengkapan tidur yang tepat juga bisa membuat perbedaan. Salah satunya adalah bantal leher berkualitas. Menurut Storck, bantal leher yang nyaman dapat digunakan berulang kali dan membantu penumpang tetap merasa lebih segar setelah terbangun.
Hal serupa diungkapkan Andrea Davis, awak kabin Delta di Atlanta, Georgia. Selain bantal leher, Davis mengandalkan masker mata berbobot untuk menghalangi cahaya selama penerbangan.
"Butiran pemberat di dalam masker mata dapat membantu Anda lebih cepat terlelap, terutama saat harus menyesuaikan diri dengan zona waktu yang berbeda selama perjalanan," ungkapnya.
Gangguan dari indra lain, seperti suara, juga perlu diminimalkan. Penumpang bisa menggunakan earplug, earbud, atau headphone untuk membuat suasana lebih tenang. Headphone bahkan bisa menjadi pilihan praktis karena dapat digunakan untuk mendengarkan musik atau suara yang menenangkan sambil tidur.
3. Atur waktu tidur
Bukan hanya durasi, waktu tidur juga penting, terutama ketika melakukan penerbangan internasional dan melewati beberapa zona waktu. Jika ingin lebih cepat menyesuaikan diri dengan waktu di negara tujuan, penumpang dapat mencoba mengatur waktu tidur mengikuti jadwal di tempat tujuan.
Misalnya, tetap terjaga selama penerbangan jika belum memasuki waktu tidur di destinasi. Setelah tiba, tidur pada waktu yang sesuai dengan jadwal setempat dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan zona waktu.
"Beberapa pelancong mengandalkan suplemen melatonin atau teh yang menenangkan tubuh. Namun, hindari alkohol dan kafein, karena keduanya dapat mengganggu waktu istirahat Anda," kata Storck.
4. Pilih kursi dekat jendela
Letak kursi juga bisa menentukan seberapa nyaman seseorang ketika tidur di pesawat. Storck menyarankan penumpang yang ingin beristirahat memilih kursi dekat jendela. Posisi ini memungkinkan penumpang bersandar pada dinding pesawat dan mengurangi gangguan dari penumpang lain yang hendak keluar untuk menggunakan toilet.
"Menopang leher saat tidur dalam posisi duduk tegak dapat membantu Anda mendapatkan istirahat yang sangat dibutuhkan," kata Storck.
Penumpang juga disarankan memasang sabuk pengaman di bagian luar selimut. Dengan begitu, awak kabin dapat melihat bahwa sabuk pengaman sudah terpasang tanpa perlu membangunkan penumpang saat pemeriksaan.
5. Pertahankan rutinitas sebelum tidur
Cara terakhir adalah membawa kebiasaan sebelum tidur dari rumah ke dalam pesawat. Jika biasanya menggunakan penutup mata, mendengarkan podcast, atau menikmati minuman herbal sebelum tidur, rutinitas tersebut bisa tetap dilakukan selama penerbangan.
Kebiasaan yang familiar dapat membantu tubuh dan pikiran lebih mudah memasuki suasana istirahat meski berada di lingkungan yang berbeda.
"Memastikan diri Anda merasa senyaman mungkin akan membantu Anda lebih rileks dan tidur lebih nyenyak," ujar Storck.
Dengan pakaian yang nyaman, perlengkapan tidur yang sesuai, pemilihan kursi, hingga waktu tidur yang tepat, penerbangan yang panjang pun bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat dengan lebih baik.
(tis/tis)


















































