Tren Baru Wisata Jepang, Turis Asing Bisa Titipkan Bayi Saat Liburan

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Industri jasa pengasuhan anak (babysitting) bagi turis asing tengah meledak di Jepang. Tren ini didorong oleh meningkatnya permintaan pengasuh multibahasa yang memungkinkan para orang tua menjelajahi Negeri Sakura dengan lebih bebas tanpa harus mengorbankan momen liburan mereka.

Alih-alih melewatkan daftar destinasi impian, banyak keluarga kini memilih menitipkan anak-anak mereka kepada pengasuh terlatih yang fasih berbahasa Inggris. Hal ini memberikan ruang bagi para orang tua untuk menikmati makan malam di kedai sushi omakase, berkeliling museum, atau sekadar menikmati malam yang tenang.

Menariknya, anak-anak tidak hanya diam di hotel. Mereka mendapatkan petualangan mereka sendiri, mulai dari membuat kerajinan tangan, mengunjungi sekolah PAUD setempat, hingga berlatih pernapasan tenang di kuil Zen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelvin Young, seorang turis asal California, Amerika Serikat (AS), mencoba layanan ini saat berlibur ke Tokyo pada akhir November lalu. Ia dan istrinya memesan pengasuh melalui Synk, sebuah perusahaan yang berbasis di Kamakura.

Mereka menitipkan dua putri mereka yang berusia lima dan dua tahun di hotel selama empat jam. Sementara pasangan ini menikmati hidangan sushi kelas atas, anak-anak mereka belajar membuat kerajinan tangan yang dipamerkan dengan bangga keesokan paginya.

Synk, yang baru didirikan pada April lalu, telah menangani lebih dari 50 permintaan dari turis asing. Perusahaan ini mempekerjakan sembilan tenaga pendidik anak bersertifikat nasional yang fasih berbahasa Inggris, serta seorang perawat.

Harga layanan ini dibanderol mulai dari 54.000 yen atau sekitar Rp5,8 juta untuk durasi tiga jam. Selain pengasuhan di hotel, Synk juga mengorganisir kegiatan luar ruangan seperti jalan-jalan di alam, sesi bermain, kunjungan ke kuil, hingga aktivitas budaya langsung.

"Dengan memberikan pengalaman khusus bagi anak-anak, kami ingin orang tua dapat menikmati waktu mereka tanpa ragu," ujar Presiden Perusahaan, Saya Sugahara, seperti dikutip dari The Straits Times.

Melihat peluang ini, perusahaan lain pun mulai bergerak. Salah satunya Poppins, yang merupakan penyedia pengasuhan anak di Tokyo. Poppins mempercepat perekrutan pengasuh yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.

Kemudian, ada Nagoya Marriott Associa Hotel yang mulai menawarkan sistem reservasi daring agar tamu asing dapat mengamankan jasa pengasuh bahkan sebelum mereka tiba di Jepang.

Berdasarkan data pemerintah, Jepang menyambut sekitar 36,8 juta pengunjung asing pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 690.000 di antaranya adalah anak-anak berusia empat tahun atau lebih muda. Angka ini menunjukkan ceruk pasar yang besar bagi layanan pengasuhan anak yang ramah wisatawan mancanegara.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |