Trump Frustrasi Hadapi Iran sampai Israel Culik WNI Relawan Kapal GSF

6 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan perang Amerika Serikat vs Iran hingga Israel menyandera WNI relawan armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menjadi sorotan berita internasional pada Senin (18/5).

Berikut kilas berita internasional:

Trump Makin Frustrasi Hadapi Iran, Pertimbangkan Gempur Teheran Lagi

Presiden Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi menghadapi Iran yang ternyata tak langsung takluk usai digempur habis-habisan Amerika Serikat sejak 28 Februari hingga ogah manut soal negosiasi untuk mengakhiri perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pejabat AS tangan kanan Trump mengatakan sang presiden kini lebih serius mempertimbangkan melancarkan operasi tempur besar lagi dibanding mencari jalan keluar agar Iran mau menyepakati proposal perundingan damai, menurut CNN.

Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya menghadapi Iran.

RI Kecam Keras Israel Culik WNI hingga Cegat Armada Flotilla

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel yang menculik warga negara Indonesia (WNI) dalam armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF).

GSF merupakan inisiasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza Palestina usai diblokade total Israel sejak agresi.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

Terungkap UEA Pernah Bujuk Saudi & Qatar untuk Sama-sama Gempur Iran

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sempat membujuk Arab Saudi dan Qatar ikut bergabung melancarkan serangan balasan terhadap Iran ketika Teheran vs Amerika Serikat berperang sejak 28 Februari lalu.

Ajakan itu muncul lantaran negara Arab terutama UEA turut menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap AS karena menampung pangkalan militer dan situs Negeri Paman Sam lainnya.

Menurut laporan The Telegraph, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dilaporkan sempat meminta Saudi dan Qatar untuk ikut bergabung dalam serangan balasan terhadap Iran di masa awal perang. Namun upaya tersebut tidak berhasil.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |