Trump Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah di Tengah Kisruh Iran

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perang pengawal ke kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi demonstrasi di Iran.

Mengutip New York Times, kapal-kapal itu tengah berlayar menuju Timur Tengah dari Laut Cina Selatan dan diperkirakan membutuhkan perjalanan sekitar seminggu untuk sampai ke kawasan Timur Tengah.

Selain armada laut, sejumlah pesawat tempur, termasuk kombinasi jet tempur, pesawat serang, dan pesawat pengisian bahan bakar diperkirakan akan menuju ke Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat-pesawat ini disebut untuk menggantikan unit-unit di Timur Tengah, dengan masa tugas yang dapat diperpanjang tergantung pada tingkat ketegangan di sana.

Dua pejabat AS yang enggan disebut identitasnya menyebut langkah ini untuk membahas masalah operasional.

Jika Amerika Serikat menyerang Iran, para pemimpin di sana diperkirakan juga akan membalasnya, sehingga Pentagon mengirimkan lebih banyak peralatan pertahanan udara, termasuk rudal pencegat untuk melindungi pangkalan-pangkalan di wilayah tersebut, salah satunya pangkalan udara Al Udeid di Qatar.

Dua pejabat AS itu juga menyampaikan peningkatan persenjataan itu bertujuan untuk mencegah Iran melakukan kekerasan lebih lanjut terhadap para demonstran sekaligus untuk memberi Trump lebih banyak opsi dalam merencanakan serangan apa pun terhadap Iran.

Para pejabat AS juga telah mempersiapkan kemungkinan jika Iran membalas serangan dengan menyerang aset militer Amerika di sana, termasuk pangkalan Al Udeid di Qatar atau pasukan yang ditempatkan di Irak dan Suriah.

Sejak akhir Desember 2025, Iran membara karena gelombang demonstrasi. Menurut pemberitaan media pemerintah, fasilitas sipil hingga pertokoan terbakar dalam demo itu.

Menurut laporan media dan lembaga pemantau HAM, korban tewas selama demonstrasi berlangsung telah mencapai lebih dari 2.600 orang.

Selain itu, intelijen Israel memperkirakan sekitar 5.000 orang tewas, sementara media Iran International yang berbasis di Inggris menyebut korban tembus lebih dari 12.000 jiwa.

Para demonstran memprotes inflasi yang melangit hingga meminta pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur. Namun, pemerintah dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih dalam menangani demonstran hingga memutus internet skala nasional.

Khamenei juga menuding demo itu ada campur tangan Amerika Serikat. Di sisi yang lain, Presiden Donald Trump terus memprovokasi rakyat Iran untuk melakukan demo dan merebut kebebasan. Trump juga menyatakan siap menyerang Iran jika pembunuhan kepada demonstran terus terjadi.

(mnf/wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |