Trump Mau Kurangi Latihan Militer AS-Korsel, Singgung Nama Kim Jong Un

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengurangan skala latihan militer bersama dengan Korea Selatan.

Langkah ini diambil Trump hanya beberapa jam sebelum latihan tahunan gabungan tersebut dimulai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump beralasan pemangkasan tersebut untuk menjaga relasi eratnya bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus menyinggung minimnya dukungan Seoul dalam konflik AS dengan Iran.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump terang-terangan mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap agenda militer gabungan dengan Korsel yang dinilainya memboroskan anggaran serta berpotensi memprovokasi Pyongyang.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah, sejak lama, setuju untuk berpartisipasi dalam Latihan Militer Bersama dengan Korea Selatan," tulis Trump.

"Latihan-latihan ini tidak hanya mahal, dengan sebagian besar biayanya ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama Donald J Trump menjabat sebagai Presiden, telah bersikap tidak mengancam dan penuh hormat," lanjutnya.

Trump juga mengunggah foto kebersamaannya dengan Kim sembari menegaskan keakraban mereka.

"Meskipun dalam foto ini kami terlihat tidak ramah, ada banyak foto lain di mana kami tersenyum; Kim Jong Un dan saya sangat akur!" tegas Trump.

Selain mengandalkan kedekatan personalnya dengan Kim, Trump menyelipkan kekecewaannya karena Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menolak membantu Washington menghadapi Teheran.

"Meskipun agak tidak terkait (?), baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, 'Tidak, terima kasih!'" ungkapnya.

Merespons hal tersebut, Kantor Kepresidenan Korsel (Blue House) menyatakan tengah meninjau pernyataan tersebut dan menegaskan komitmen menjaga postur pertahanan bersama.

"Pemerintah Korea Selatan berharap bahwa hubungan persahabatan antara para pemimpin Korea Utara dan AS akan mengarah pada pembicaraan yang bermakna antara kedua negara," tulis pernyataan resmi Blue House.

Pihak Kepala Staf Gabungan Korsel menyatakan latihan gabungan bertajuk 'Ulchi Freedom Shield' tetap bergulir pada Senin (17/8) sesuai jadwal. Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan apakah intensitas serta skala operasi yang melibatkan setidaknya 18 ribu pasukan Korsel itu mendadak dipangkas menyusul pernyataan terbuka Trump.

(fln/bac)

placeholder

Read Entire Article
| | | |