Jakarta, CNN Indonesia --
UEFA resmi membuka investigasi dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior pada laga Benfica vs Real Madrid di leg pertama playoff Liga Champions, Rabu (18/2).
"Laporan resmi dari pertandingan yang dimainkan tadi malam saat ini sedang ditinjau," tulis pernyataan resmi UEFA dikutip Sky Sports.
"Jika ada hal yang dilaporkan, proses akan dibuka dan jika berujung pada sanksi disiplin, akan diumumkan di situs web disiplin UEFA. Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut mengenai masalah ini pada saat ini," keterangan UEFA menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vinicius sempat melakukan aksi mogok main karena marah usai diduga diledek monyet oleh pemain Benfica Gianluca Prestianni di menit ke-50.
Sesaat sebelum Benfica melakukan sepak mula, situasi kembali memanas. Vinicius menghampiri wasit dan melaporkan dugaan tindakan rasis dari pemain Benfica Gianluca Prestianni.
Sejumlah media Eropa menyebutkan bahwa Prestianni diduga melontarkan ejekan 'monyet' kepada Vinicius dalam adu mulut pascaperayaan gol. Merasa menjadi korban serangan rasis, Vinicius langsung bereaksi dan enggan melanjutkan pertandingan.
Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti-rasisme. Laga terhenti sekitar 10 menit untuk meredakan situasi.
Setelah dilakukan diskusi dengan para pemain dan ofisial, serta pengumuman stadion sesuai prosedur, pertandingan akhirnya dilanjutkan.
"Apakah para rasis, di atas segalanya, adalah orang-orang yang lemah? Apakah mereka perlu memasukkan kaos ke mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka?" kata Vinicius di Instagram.
"Namun, mereka memiliki perlindungan dari pihak lain yang secara teoritis berkewajiban untuk menghukum apa yang terjadi hari ini. Ini adalah hal baru dalam hidup saya dan keluarga saya," ucap Vinicius.
(jun/jun/jal)


















































