UMKM Pekatan Batik Jaga Wastra Nusantara Bersama Pemberdayaan BRI

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah Ifti, warga Kota Depok, Jawa Barat, bersama kain dimulai dari kesadarannya bahwa kain menyimpan cerita, perjalanan, dan identitas budaya. Kecintaan ini membuat Ifti tak ragu mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut.

Pada akhir November 2019, Pekatan Batik resmi berdiri. Namun perjalanan awal usaha ini tidak mulus karena pandemi Covid-19, membuat Pekatan Batik sempat vakum sebelum memutuskan mencoba jalur daring. Dari titik itu, Pekatan perlahan menjadi ruang yang menjaga wastra Nusantara tetap hidup dan berkembang.

Perjalanan Pekatan Batik semakin berkembang ketika Ifti bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2024. Dari sana, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga belajar mengembangkan bisnis melalui berbagai pelatihan dan kesempatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan. Meski tidak berlatar belakang desainer, saya banyak belajar tentang desain dan pengelolaan bisnis, serta mendapat kesempatan pameran dan business matching," kata Ifti.

"Menurut saya, proses yang paling berdampak adalah expo dan pelatihan desain. Dari expo saya bisa melihat produk dan model yang paling diminati pasar. Dari pelatihan desain, saya belajar banyak karena tidak punya latar belakang sebagai seorang desainer," tambahnya.

Pekatan Batik melestarikan batik tulis, tenun Badui, dan lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) melalui koleksi pesisiran dan produk ready-to-wear. Bagi Ifti, batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan kekayaan budaya yang harus dijaga agar tetap hidup dan dikenakan lintas generasi.

Melalui desain yang modern, terbatas, dan eksklusif, Pekatan berupaya mengubah stigma bahwa batik identik dengan acara formal atau generasi lama. Wastra Nusantara dapat dikenakan di berbagai kesempatan, tetap modis tanpa kehilangan nilai budayanya.

Dalam proses produksi, Pekatan Batik memaksimalkan penggunaan kain. Sisa potongan bahan diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai, sehingga setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas yang ramah lingkungan.

Berbagai koleksi Pekatan Batik telah menjangkau pasar lokal dan nasional, bahkan dibawa ke berbagai negara seperti Korea dan beberapa negara di Eropa. Produk Pekatan juga kerap digunakan sebagai suvenir oleh instansi dan perusahaan dalam agenda internasional.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan, serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar.

Akhmad menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |