Jakarta, CNN Indonesia --
Viral di media sosial Toyota Avanza berkelir silver lawan arah di ruas Tol Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (3/1) pagi. Sampai saat ini pengemudi masih menjadi buruan polisi.
Berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial, MPV tersebut melaju berlawanan arah dari arus lalu lintas normal di bahu jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini memicu kekhawatiran pengguna jalan lain mengingat jalur tersebut merupakan akses utama menuju bandara internasional. Selain itu jalur ini memiliki kepadatan lalu lintas tinggi serta kendaraan yang relatif cepat.
Kasat Lantas Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Sularno mengatakan mulanya mobil melaju dari Tol Sedyatmo menuju Gerbang Tol Benda Utama di KM 3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba sebelum masuk ke area transaksi gardu 7 entrance Benda, kendaraan berhenti lalu memutar balik dan melaju melawan arah ke arah Soetta," kata Sularno dalam keterangannya mengutip detik, Selasa (6/1).
Sularno bilang petugas gerbang tol sempat berlari mengejar dan mencegah mobil itu melawan arah lantaran membahayakan. Namun, Avanza itu tetap tancap gas.
"Melihat kejadian tersebut satpam gerbang berlari dan teriak untuk mencegah agar kendaraan tersebut tidak putar arah tapi kendaraan tetap melaju dan tidak teridentifikasi," ucap dia.
Pihak Satlantas Polres Bandara Soekarno-Hatta dan pengelola jalan tol telah melakukan pemantauan melalui rekaman CCTV guna mengidentifikasi nomor polisi kendaraan tersebut.
Meski demikian, petugas mengakui proses identifikasi masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
"Mengecek CCTV Tol melihat kejadian ke CSS gerbang tol Benda utama. Patroli 211A mengarah dari KM 05+600B ke TKP, dan sudah di telusuri patroli 211A, untuk kendaraan Toyota Avanza silver tidak terlacak dan tidak teridentifikasi," kata Sularno.
Sularno menambahkan aksi melawan arus di jalan tol adalah pelanggaran berat yang sangat fatal.
Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan nyawa pengemudi mobil itu sendiri, tetapi juga berisiko menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan banyak pengguna jalan lain.
(ryh/fea)


















































