CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Seorang pedagang jajanan kaki lima di Hanoi, Vietnam viral usai menjual camilan 10 kali lipat dari harga normal. (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pedagang jajanan kaki lima di Hanoi, Vietnam jadi perbincangan di media sosial. Gara-garanya, menjual camilan dengan harga 10 kali lipat dari normal untuk turis.
Melansir VN Express, insiden itu terungkap usai seorang turis membagikan video yang direkam pada Senin (8/6) lalu di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video memperlihatkan seorang pedagang kaki lima, Pham Thi Yen, mendekatinya dan menawarkan bola-bola nasi atau banh cam.
Mulanya, bola-bola nasi itu dijual seharga 150 ribu VND untuk sepuluh buah.
Turis tersebut kemudian tampak memberikan uang sebesar 500 ribu VND. Namun, Yen hanya memberikan kembalian sebesar 70 ribu WND dan langsung pergi meninggalkan turis.
Artinya, satu buah bola-bola nasi dijual Yen dengan harga 43 ribu VND per buah. Angka ini nyari 10 kali lipat dari harga normal.
Di Vietnam, harga normal untuk 10 bola-bola nasi biasanya berkisar sekitar 50 ribu VND.
Video itu pun jadi perbincangan di media sosial. Banyak netizen yang mengkritik tindakan Yen yang memanfaatkan kendala bahasa untuk menipu seorang turis.
Atas perbuatannya, Yen didenda 225 ribu VND. Saat diinterogasi pihak berwenang, Yen mengaku telah menjual 10 bola nasi dengan harga yang dinaikkan. Ia juga mengaku bersedia mengembalikan uang tersebut.
Pihak berwenang memintanya untuk menampilkan harga dengan jelas dan memperingatkannya agar tidak menaikkan harga secara berlebihan kepada pelanggan, utamanya wisatawan, untuk menjaga citra ibu kota.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

















































