Jakarta, CNN Indonesia --
Layar sentuh Liquid Crystal Display (LCD) yang kita gunakan pada ponsel pintar atau smartphone saat ini, bisa jadi lahir dari tangan wanita kelahiran Hunan, China, yakni Zhou Qunfei. Meskipun saat ini dijuluki konglomerat Ratu Kaca Lens Technology, perjalanan hidupnya sejak kecil tidaklah mudah.
Menurut catatan Forbes Real Time Billionaires, Sabtu (31/1), Qunfei memiliki total kekayaan pribadi dan keluarga hingga US$17,3 miliar. Jumlah tersebut setara Rp290,38 triliun (asumsi kurs Rp16.785 per dolar AS).
Alhasil, kekayaan tersebut menempatkan Qunfei sebagai orang terkaya di dunia, peringkat ke-152.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Qunfei juga sempat dilabeli sebagai salah satu wanita terkaya di dunia yang sukses menjadi konglomerat berkat usahanya sendiri.
Buruh Pabrik hingga Bos Bengkel Lensa
Qunfei sudah terlatih hidup keras sejak usia 5 tahun, saat ibunya meninggal. Sedangkan ayahnya mengalami kecelakaan kerja, hingga menyebabkan kebutaan serta kehilangan jari tangan.
Ujian terus berlanjut, wanita kelahiran 1970 itu terpaksa harus putus sekolah pada usia 16 tahun agar bisa bekerja di pabrik lensa jam tangan, demi menghidupi keluarganya.
Qunfei muda kemudian menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mengikuti berbagai kursus di sela kesibukannya sebagai buruh pabrik pada 1987.
Pundi kekayaan Qunfei saat ini, berhasil dia kumpulkan dari kerja keras dan modal awal 3.000 Hong Kong dolar atau setara Rp6,4 juta (kurs Rp2.147 per Hong Kong dolar) pada 1993.
Uang tersebut dia dan kerabatnya gunakan untuk mendirikan bengkel pembuatan lensa jam tangan di apartemen kecil di Shenzen. Itu sekaligus menjadi cikal bakal berdirinya Lens Technology yang dikenal sekarang.
Langkah nekat itu dia pilih setelah melalui banyak proses, termasuk pengalaman kerja sebagai buruh pabrik.
Dilirik Motorola, Apple hingga Tesla
Titik balik kehidupan Qunfei bermula sekitar tahun 2000-an, ketika perusahaan teknologi Motorola menghubungi dan memintanya untuk mengembangkan layar kaca anti gores untuk ponsel Razr V3.
Ketika tren industri ponsel beralih dari layar plastik menjadi kaca, Qunfei sudah lebih dulu melakukan riset terkait layar kaca sentuh. Sampai akhirnya saat Apple mencari pemasok iPhone pertama yang bisa memenuhi standar layar kaca anti gores dan sangat tipis, Ratu kaca sudah memiliki solusinya.
Melansir Forbes, kini Lens Technology dikenal sebagai pemasok layar sentuh untuk ponsel pintar seperti Apple, Samsung dan Huawei. Bahkan, perusahaan Qunfei turut memasok komponen untuk produsen kendaraan listrik seperti Tesla dan BYD.
Kesuksesan tersebut berhasil membawa Lens Technology melantai di Bursa Saham Shenzen, Maret 2015.
Melansir Bloomberg, Qunfei sempat kehilangan kekayaannya hingga 66 persen atau sekitar US$6,6 miliar akibat kebijakan perang dagang Amerika Serikat dengan China pada 2018.
Namun bukan Ratu Kaca namanya jika mudah menyerah. Kebangkitannya terbukti pada Juli 2025, saat Qunfei berhasil membawa perusahaannya melakukan penawaran umum perdana alias IPO di bursa saham Hong Kong.
(pta)

















































