1.200 Penerbangan Batal akibat Topan Bavi di Jepang-Taiwan

4 hours ago 7

CNN Indonesia

Minggu, 12 Jul 2026 02:00 WIB

1.200 Penerbangan Batal akibat Topan Bavi di Jepang-Taiwan Ilustrasi. Topan Bavi. (AFP/YUICHI YAMAZAKI)

Jakarta, CNN Indonesia --

Topan Bavi menerjang gugusan Pulau Sakishima di Jepang selatan pada Sabtu (11/7), membawa hujan deras dan angin kencang yang memicu peringatan banjir serta tanah longsor. Cuaca ekstrem ini juga berdampak besar terhadap aktivitas transportasi udara di Jepang dan Taiwan.

Di saat yang sama, Taiwan mengevakuasi lebih dari 14 ribu penduduk yang sebagian besar tinggal di wilayah pegunungan menjelang kedatangan topan. Secara keseluruhan, hampir 1.200 penerbangan di Jepang dan Taiwan dibatalkan akibat cuaca buruk.

Di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa, angin kencang menerbangkan puing-puing kecil di jalanan yang nyaris kosong. Hanya sedikit kendaraan yang masih melintas di tengah hujan deras dan embusan angin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan setempat juga tampak bergoyang diterjang arus dan gelombang tinggi akibat topan tersebut.

Mengutip VNExpress, Badan Meteorologi Jepang melaporkan Topan Bavi memiliki kecepatan angin berkelanjutan maksimum mencapai 144 kilometer per jam di dekat pusat badai. Sementara itu, embusan angin diperkirakan dapat mencapai 198 kilometer per jam.

Seluruh layanan penerbangan dan kapal feri menuju serta dari Ishigaki, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Okinawa, dihentikan sepanjang Sabtu.

Sementara itu di Taiwan, pemerintah telah mengevakuasi lebih dari 14 ribu warga, terutama dari kawasan pegunungan di wilayah utara dan timur pulau.

Meski diperkirakan tidak akan mendarat langsung di Taiwan, Topan Bavi diprediksi membawa curah hujan yang sangat tinggi, bahkan mendekati 1 meter di sejumlah wilayah.

Akibatnya, sebanyak 917 penerbangan internasional dan seluruh 274 penerbangan domestik dibatalkan. Pemerintah Taiwan juga menetapkan "libur topan" pada Sabtu sehingga sekolah maupun kantor yang beroperasi di akhir pekan ditutup.

Layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan tetap beroperasi, tetapi dengan jadwal yang dikurangi. Di ibu kota Taipei, hujan dan angin kencang masih terjadi. Namun, sebagian warga tetap beraktivitas di luar rumah.

"Masih baik-baik saja, tidak terlalu parah. Hanya anginnya sedikit lebih kencang," kata seorang warga Taipei, Yeh Mao-hsiung (68), saat berjalan pagi bersama anjing peliharaannya.

Setelah bergerak melewati Taiwan ke arah timur laut, Topan Bavi diperkirakan menghantam Kota Wenzhou di China bagian timur pada Minggu (12/7). Kota tersebut dihuni sekitar 10 juta penduduk sehingga otoritas setempat bersiap menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, serta banjir.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |