Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia hanya berada di urutan keenam dalam daftar 10 negara teraman di Asia Tenggara berdasarkan laporan terbaru Indeks Kejahatan Numbeo. Singapura menempati peringkat teratas dalam daftar ini.
Setelah Singapura, Brunei berada di posisi kedua dalam daftar negara paling aman di Asia Tenggara, disusul Thailand dan Vietnam yang menduduki peringkat ketiga dan keempat.
Filipina berada di posisi kelima dalam daftar ini, disusul Indonesia dan Malaysia di urutan keenam dan ketujuh. Myanmar di peringkat kedelapan, Kamboja posisi kesembilan, dan Laos di posisi kesepuluh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan Numbeo menilai keamanan di 146 negara dan wilayah di seluruh dunia, menggunakan persepsi publik tentang keamanan untuk berjalan kaki baik siang maupun malam, serta laporan tentang pembunuhan, perampokan, kekerasan seksual dan fisik, pelecehan, dan kejahatan properti.
Negara dengan indeks keamanan yang tinggi dianggap sangat aman. Di Asia Tenggara, Singapura mencapai skor tertinggi dengan 77,4.
Dikenal karena hukumnya yang ketat dan tingkat kejahatan yang rendah, Singapura ini telah mendapatkan reputasi sebagai tujuan wisata yang aman.
Sementara itu, berkat stabilitas politik dan tingkat keamanan yang tinggi, Vietnam telah menjadi tujuan favorit bagi wisatawan asing.
Tahun lalu, Vietnam menyambut 17,6 juta turis asing, mendekati jumlah sebelum pandemi yang terlihat pada tahun 2019. Tahun ini, negara tersebut menargetkan 22-23 juta wisatawan mancanegara.
Di dunia, Andorra, negara terkecil keenam di Eropa, dinobatkan sebagai negara teraman di dunia oleh Numbeo, sementara Venezuela menduduki peringkat negara paling berbahaya.
Secara global, Andorra, yang terletak di antara Spanyol dan Prancis, menduduki puncak daftar dengan skor keamanan yang patut dibanggakan sebesar 84,7. Diikuti oleh Uni Emirat Arab (84,5), Qatar (84,2), Taiwan (82,9), dan Oman (81,7).
Destinasi yang tersisa di 10 teratas termasuk Hong Kong, Armenia, Singapura, dan Jepang. Sementara itu, Amerika Serikat hanya menduduki peringkat ke-89 dengan skor keamanan 50,8 dan China di peringkat ke-15.
(wiw)