3 Bibit Siklon Kepung Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem di Daerah Ini

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap tiga bibit siklon tropis, yakni 98P, 92S, dan 94W, terpantau aktif di sekitar wilayah Indonesia. Masyarakat dimintai mewaspadai dampaknya berupa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Berdasarkan hasil analisis Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta pada Selasa (3/2), tiga bibit siklon tropis tersebut terdeteksi di sekitar wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski peluang ketiganya berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, BMKG mengingatkan dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah.

Bibit Siklon Tropis 98P terbentuk sejak 29 Januari dan saat ini berada di sekitar daratan utara Australia. Sistem ini diperkirakan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia.

"Bibit siklon memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan," tulis BMKG dalam unggahan di Instagram, Selasa (3/2).

Namun, dampak tidak langsungnya berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Maluku bagian tenggara, angin kencang di Nusa Tenggara Timur, serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Sea) di Laut Sawu dan perairan Kepulauan Leti, Sermata, Babar, Tanimbar, Kai, hingga Aru.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi 2,5 hingga 4 meter (Rough Sea) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru.

Kemudian, Bibit Siklon Tropis 92S yang berada di Samudra Hindia barat daya Lampung juga diprakirakan bergerak ke arah barat menjauhi Indonesia.

Dampak tidak langsung dari sistem ini berpotensi memicu gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Adapun Bibit Siklon Tropis 94W terpantau berada di sekitar utara Papua dan diperkirakan bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia.

Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis rendah, sistem ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara.

Selain itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku-Papua, perairan utara Halmahera, serta perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator pelayaran untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kondisi perairan berbahaya.

[Gambas:Instagram]

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |