CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 08:30 WIB
Ilustrasi. Beberapa orang percaya, kopi bisa berefek pada tekanan darah. (snapwiresnaps/sam ciurdar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kopi jadi minuman paling ampuh untuk bikin mata melek dan tubuh kembali berenergi. Tapi, beberapa orang percaya bahwa asupan kopi bisa berefek pada tekanan darah.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada tekanan darah saat minum kopi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa penelitian menunjukkan, kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. Hal ini berlaku utamanya pada orang yang jarang mengonsumsi kafein.
Namun, penelitian lain menunjukkan, konsumsi kopi secara teratur dan dalam jumlah sedang tidak berdampak negatif terhadap tekanan darah. Lantas, mana yang benar?
Melansir Health, beberapa faktor dapat menentukan pengaruh kopi terhadap tekanan darah. Dua faktor yang utama adalah jumlah kafein yang dikosumsi dan kebiasaan atau gaya hidup tertentu.
Konsumsi kopi sesekali dan jarang dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko hipertensi yang lebih tinggi.
Sementara konsumsi kopi dalam jumlah sedang dan teratur (1-2 cangkir per hari) tidak berdampak negatif terhadap tekanan darah, terutama pada wanita dan kelompok non-perokok.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko terhadap tekanan darah sangat kecil jika kopi dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat merekomendasikan untuk mengonsumsi kopi cukup dan tidak lebih dari 400 miligram (mg) kafein per hari. Angka ini setara dengan 4-5 cangkir kopi seduh biasa seukuran 250 mililiter (ml).
Efek samping kafein
Pada dasarnya, kafein tidak berbahaya untuk kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari dapat meningkatkan risiko efek samping.
Orang yang tidak rutin mengonsumsi kafein juga lebih mungkin mengalami efek samping saat ngopi.
Potensi efek samping yang paling umum meliputi berikut:
- detak jantung cepat,
- kecemasan,
- insomnia,
- mual-muntah,
- tremor,
- sering buang air kecil,
- gelisah.
Beberapa orang dianjurkan untuk menghindari asupan kafein seperti ibu hamil, kelompok yang sensitif terhadap kafein, pengidap aritmia, pengidap GERD, pengidap hipertensi berat, dan mereka yang mengonsumsi obat-obatan atau suplemen tertentu.
(asr)

















































