CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 11:00 WIB
Ilustrasi. Ada alasan kenapa perselingkuhan di tempat kerja banyak terjadi. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perselingkuhan dengan teman kerja bukan lagi hal yang asing. Kantor, yang seharusnya menjadi ruang profesional, justru kerap menjadi tempat tumbuhnya hubungan terlarang.
Banyak orang tidak pernah merencanakannya, tetapi kedekatan yang terbangun perlahan membuat batas antara urusan pekerjaan dan perasaan pribadi menjadi kabur.
Fenomena ini tidak semata-mata dipicu ketertarikan fisik. Berbagai penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa perselingkuhan di kantor sering berakar dari faktor emosional, situasi kerja, hingga persoalan dalam hubungan pribadi yang sudah ada sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir berbagai sumber, berikut sejumlah alasan mengapa perselingkuhan dengan teman kerja kerap terjadi:
1. Lingkungan kantor menciptakan rasa terlalu nyaman
Mengutip Forbes Advisor, lebih dari 60 persen orang mengaku pernah menjalin hubungan romantis dengan rekan kerja. Rasa nyaman menjadi salah satu pemicu utama.
Bekerja di lingkungan yang sama membuat orang saling memahami tekanan, ritme kerja, hingga kondisi emosional masing-masing. Kedekatan ini kerap tidak disadari berkembang menjadi ketergantungan emosional.
2. Waktu bertemu lebih banyak dibanding pasangan
Jam kerja yang panjang membuat banyak orang lebih sering bertemu rekan kantor dibanding pasangan di rumah. Ketika waktu untuk kehidupan pribadi semakin terbatas, hubungan di luar kantor pun ikut terpinggirkan.
Tak sedikit orang mengaku kesulitan mencari waktu untuk bertemu atau membangun relasi baru di luar pekerjaan. Akibatnya, rekan kerja menjadi sosok yang paling mudah dijangkau secara emosional.
3. Masalah di rumah menjadi pemicu utama
Melansir Brainz, perselingkuhan dengan teman kerja sering terjadi karena kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dalam hubungan utama. Rasa kesepian, kurang perhatian, hingga hubungan yang terasa hambar menjadi pemicu paling umum.
Bagi sebagian orang, kantor menjadi tempat pelarian. Di sana, mereka merasa dihargai, didengar, dan kembali merasa penting, sesuatu yang mungkin tidak lagi mereka rasakan di rumah.
4. Situasi kerja membuka banyak kesempatan
Lingkungan kerja menyediakan banyak momen yang memungkinkan kedekatan personal, seperti perjalanan dinas, lembur, atau acara santai setelah jam kerja. Situasi ini membuka ruang untuk interaksi yang lebih intim.
Kantor yang dinamis kerap terasa menyenangkan, terutama bagi mereka yang merasa kehidupan rumah tangganya monoton dan penuh rutinitas.
5. Sensasi hubungan rahasia
Menukil Metro UK, unsur 'rahasia' dalam hubungan di kantor justru membuatnya terasa lebih menarik. Hubungan yang harus disembunyikan menciptakan sensasi menegangkan dan adrenalin tersendiri.
Psikoterapis Neil Wilkie menyebut hubungan di kantor sering terasa lebih ringan karena tidak dibebani urusan rumah tangga. Tidak ada masalah seperti tagihan atau tanggung jawab jangka panjang yang biasanya hadir dalam hubungan resmi.
6. Perselingkuhan tidak selalu bersifat fisik
Banyak perselingkuhan di kantor berawal dari kedekatan emosional. Curhat berlebihan, saling memberi perhatian personal, hingga komunikasi intens di luar jam kerja menjadi pintu masuk utama.
Para pakar hubungan menilai perselingkuhan emosional sering kali lebih berbahaya karena membangun keterikatan yang sulit diputus, meski tanpa kontak fisik.
Sejumlah orang mengakui hubungan asmara di kantor dapat memengaruhi performa kerja. Perlakuan rekan kerja pun kerap berubah ketika hubungan tersebut diketahui.
Gosip, kecemburuan, hingga tudingan pilih kasih menjadi risiko yang sulit dihindari. Kondisi ini bukan hanya membuat pelaku tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi dinamika tim secara keseluruhan.
Menurut para ahli, ketertarikan kerap tumbuh dari kebiasaan dan kedekatan. Ketika ada kebutuhan emosional yang kosong, seseorang cenderung mencarinya dari sosok yang paling dekat, yakni rekan kerja.
Perselingkuhan dengan teman kerja bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan juga cerminan dinamika dunia kerja modern. Selama kantor menjadi tempat orang menghabiskan sebagian besar waktunya, risiko ini akan selalu ada.
Karena itu, menjaga batas profesional, membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan, serta meningkatkan kesadaran diri menjadi langkah penting agar hubungan kerja tidak berubah menjadi masalah yang merugikan banyak pihak.
(nga/tis)
















































