CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 22:34 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa tips agar persentasi lebih menarik. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presentasi menjadi salah satu bagian penting dalam dunia pemasaran. Bukan hanya untuk menyampaikan ide, presentasi juga menjadi kesempatan untuk membangun koneksi sekaligus menunjukkan nilai yang bisa ditawarkan kepada klien.
Apalagi di era 360 marketing, ketika strategi pemasaran menggabungkan berbagai saluran, baik online maupun offline. Kemampuan menyampaikan ide dengan jelas dan menarik pun menjadi semakin penting.
Chief Operating Officer SCGI Agency Raymond Muliadi membagikan sejumlah tips presentasi menarik yang dapat membantu memenangkan hati klien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Raymond, presentasi yang baik tidak berhenti pada tampilan deck atau proposal yang menarik. Ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan agar pesan yang disampaikan benar-benar relevan dengan kebutuhan klien.
Berikut beberapa tips presentasi menarik yang bisa diterapkan:
1. Olah data yang relevan
Langkah pertama adalah memahami siapa yang akan menjadi klien. Untuk itu, kumpulkan data yang relevan dengan bisnis, karakter konsumen, hingga tujuan kampanye yang akan dijalankan.
Data tersebut dapat membantu memahami latar belakang bisnis dan brand positioning klien. Dari sana, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi klien juga bisa dipetakan dengan lebih baik.
"Data primer bisa didapat melalui proses tanya jawab dengan brand owner dan tim-tim terkait, performance toko e-commerce serta social media presence," kata Raymond.
Menurut dia, pengolahan data juga penting dalam strategi 360 marketing karena membantu menyatukan berbagai saluran pemasaran. Dengan data yang tepat, pesan yang disampaikan melalui kanal online maupun offline dapat dibuat lebih seragam dan konsisten.
Data juga membantu mengenali konsumen, mulai dari perilaku hingga karakteristiknya. Selain itu, data dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kampanye berjalan efektif dan sesuai dengan target yang ditetapkan.
2. Sampaikan presentasi dengan bahasa yang mudah dipahami
Data sudah siap, pesan sudah dirancang, dan visual telah dibuat. Tahap berikutnya adalah menyampaikan presentasi kepada klien. Namun, presentasi yang menarik bukan berarti harus menggunakan istilah rumit atau memenuhi setiap halaman dengan informasi.
Raymond mengatakan, penyampaian materi perlu disesuaikan dengan audiens, terutama ketika berhadapan dengan jajaran eksekutif.
"Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, mempermudah bahasan teknis menjadi non-teknis terutama untuk audience executive dan menggunakan visualisasi dan teks yang singkat," kata dia.
Ia mengingatkan bahwa presentasi bukan sekadar membacakan isi deck atau proposal. Jika hanya membaca materi yang terpampang di layar, presentasi berisiko terasa seperti laporan.
Karena itu, presenter perlu benar-benar memahami materi yang disampaikan. Latihan juga penting agar penyampaian terasa lebih natural dan rasa gugup bisa dikurangi.
Alih-alih menganggap presentasi sebagai ujian, anggap momen tersebut sebagai kesempatan untuk bercerita dan menunjukkan solusi yang ditawarkan.
3. Bangun komunikasi dua arah
Presentasi yang baik seharusnya tidak berjalan satu arah. Audiens perlu diberi ruang untuk bertanya, memberikan tanggapan, atau menyampaikan hal-hal yang masih belum jelas.
Komunikasi dua arah juga dapat membuat suasana pertemuan lebih cair sekaligus membantu presenter memahami respons dari calon klien.
"Memberikan waktu untuk bertanya setiap beberapa menit, terutama jika ada pembahasan teknis yang mendalam," ungkap Raymond.
Dengan memberikan kesempatan bertanya, presenter dapat langsung meluruskan informasi yang mungkin belum dipahami audiens. Lebih dari itu, komunikasi dua arah membuat klien merasa didengar dan dihargai. Hal ini penting untuk membangun koneksi dan kepercayaan sejak awal.
4. Jangan lupakan call to action
Setelah seluruh ide, data, dan solusi disampaikan, presentasi perlu ditutup dengan call to action (CTA) yang jelas. CTA menjadi jembatan antara ketertarikan klien terhadap ide yang ditawarkan dan tindakan nyata yang diharapkan setelah presentasi.
Menurut Raymond, CTA sebaiknya tidak disampaikan dengan cara memaksa. Presenter perlu menjelaskan nilai yang ditawarkan sekaligus menunjukkan bagaimana solusi tersebut dapat menjawab kebutuhan klien.
"Meyakinkan value yang diberikan, menjawab tantangan klien, serta membawa mereka ke posisi yang lebih baik," kata Raymond.
Dengan begitu, klien tidak hanya memahami apa yang ditawarkan, tetapi juga mengetahui manfaat yang bisa mereka dapatkan.
Pada akhirnya, tips presentasi menarik bukan hanya tentang membuat slide yang bagus. Kemampuan memahami data, menyampaikan pesan dengan sederhana, membangun komunikasi dua arah, hingga memberikan CTA yang tepat sama pentingnya.
Di tengah persaingan pemasaran dan penerapan 360 marketing, presentasi yang mampu membangun koneksi dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan kerja sama yang lebih kuat dengan klien.
(tis/tis)


















































