CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 07:27 WIB
Richard Lee, Youtuber yang sertifikat mualafnya dicabut. (Tangkapan layar Youtube dr. Richard Lee, MARS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mualaf Centre Indonesia (MCI) menyampaikan keputusan mengejutkan mengenai sertifikat mualaf Richard Lee belum lama ini.
Organisasi tersebut secara resmi mencabut sertifikat mualaf milik dr. Richard Lee. Sekjen MCI, Hanny Kristianto turut membeberkan alasan di balik keputusan tersebut.
Mengutip Detik, menurut Hanny, alasan pencabutan sertifikat itu, yakni mulai dari urusan administratif hingga perilaku sang dokter yang dinilai inkonsisten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah lima poin utama yang mendasari pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee oleh MCI:
1. Sertifikat Disalahgunakan sebagai 'Senjata' Hukum
Hanny Kristianto menyayangkan fungsi sertifikat yang kini bergeser. Seharusnya, dokumen tersebut digunakan untuk keperluan administrasi kenegaraan, seperti mengubah kolom agama di KTP. Namun, Richard Lee diduga ingin menggunakannya sebagai bukti dalam "konstruksi hukum" di pengadilan.
"Sertifikat itu bukti administrasi yang wajib disegerakan untuk ubah KTP. Faktanya, sampai sekarang KTP-nya masih Katolik. Kami tidak ingin sertifikat ini hanya dijadikan alat untuk berantem di pengadilan," tegas Hanny.
2. Dinilai Meninggalkan Ibadah Wajib
MCI menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi mualaf untuk meninggalkan salat lima waktu. Hanny menyebut pihaknya telah memberikan buku panduan hingga arahan untuk belajar lewat YouTube atau berjamaah di masjid.
Hanny merasa janggal jika seorang dokter, yang biasanya memiliki daya ingat kuat, mengaku tidak bisa salat setelah tiga tahun bersyahadat. "Kalau sudah tiga tahun masuk Islam tapi tidak salat atau tidak bisa salat, itu aneh," tambahnya.
3. Ogah Terseret Konflik Antar-Muslim
MCI enggan masuk ke dalam pusaran konflik hukum Richard Lee dengan pihak lain, seperti Dokter Detektif atau Dokter Samira. Hanny menegaskan bahwa MCI tidak ingin dokumen yang mereka keluarkan dijadikan alat untuk menyerang sesama muslim di meja hijau.
"Saya jadi bolak-balik pengadilan nanti sebagai pihak yang mengeluarkan (sertifikat). Repot saya. Padahal fungsinya cuma buat menikah, ganti KTP, atau urus surat kematian," bebernya lugas.
4. Kembali ke Gereja dan 'Menduakan' Keyakinan
Poin paling krusial berkaitan dengan video Richard Lee yang viral saat kembali ke gereja. Dalam video tersebut, Richard mengaku masih percaya kepada Yesus meski menyandang status mualaf.
Hanny juga menyoroti dokumentasi foto Richard bersama istrinya yang tengah berlutut dalam prosesi ibadah di gereja Katolik serta merayakan Natal. Menurut MCI, tindakan ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap kalimat syahadat yang telah diucapkan.
5. Yang Dicabut Hanya Sertifikat, Bukan Status Keislaman
Perlu digarisbawahi bahwa MCI hanya mencabut dokumen administratifnya saja. Hanny menegaskan bahwa urusan iman seseorang adalah hak prerogatif Tuhan, bukan organisasi.
"Kami tidak membatalkan keislamannya. Siapapun manusia selama masih hidup, kita doakan dapat hidayah. Manusia pasti bisa salah, termasuk saya," tutup Hanny dengan nada grounded.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google


















































