Jakarta, CNN Indonesia --
Dua kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran sukses lolos blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan memasuki perairan Republik Indonesia (RI).
Kedua kapal tanker raksasa itu yakni HUGE (9357183) dan DERYA (9569700). Kapal-kapal tersebut terlacak berlayar menuju Kepulauan Riau, Indonesia, berdasarkan pantauan TankerTrackers.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua supertanker ini berhasil menghindari pengawasan pasukan AS di Timur Tengah dan membawa jutaan barel minyak mentah.
Melansir situs AIS Friends, kapal tanker HUGE memiliki panjang 333 meter dan lebar 60 meter. Kapal ini berusia 18 tahun dan pernah beberapa kali ganti nama seperti Hantams (2014), Majestic (2013), Glory (2012), dan Hatef (2012).
HUGE teregistrasi milik Wisteria Shipping LTD. Status navigasinya sedang berlayar, dengan catatan terakhir per Minggu (3/5) berada di Laut Bali.
Sementara itu, supertanker DERYA memiliki panjang 332 meter dan lebar 59 meter. Kapal ini dibuat pada 2013 oleh Dalian Shipbuilding Industry Group, China.
DERYA juga beberapa kali berganti nama, yakni DENIZ (2013) dan DRAGON (2013). Posisi DERYA saat ini sama seperti HUGE, yaitu di Laut Bali.
Menurut pantauan TankerTrackers.com, HUGE sukses memasuki wilayah RI pada Minggu (3/5) setelah berada di Sri Lanka lebih dari sepekan lalu.
Kapal HUGE disebut tidak memancarkan sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS) saat meninggalkan Selat Malaka. Kapal milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut membawa 1,9 juta barel minyak.
Sementara itu, kapal DERYA per Senin (4/5) terlacak sedang melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau. Kapal ini mengangkut 1,88 juta barel minyak.
"Pada pertengahan April, kapal ini mencoba mengirimkan 1,88 juta barel minyak ke India selama masa keringanan sanksi, namun gagal. Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal-kapal sejenisnya di area tersebut dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Saat ini kapal sedang menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau," demikian pernyataan TankerTrackers.com.
Berdasarkan catatan perusahaan, total sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran pada bulan April. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya diminta putar balik oleh pasukan AS, sedangkan dua lainnya disita.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google


















































