Jakarta, CNN Indonesia --
Sekarang, sebagian orang tua sadar akan pentingnya kecerdasan emosional. Usaha Anda tidak sia-sia mendidik anak dan memberinya ruang bertumbuh. Jika menemukan tanda-tanda berikut berarti anak punya kecerdasan emosional tinggi.
Orang tentu ingin memiliki anak yang tak hanya cerdas secara intelektual tapi juga secara emosional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengerti, mengolah, dan menggunakan emosi sementara berempati dengan perasaan orang lain. Apa anak Anda termasuk anak dengan kecerdasan emosional tinggi? Kenali tanda-tandanya.
1. Anak datang pada Anda saat ada masalah
Jika anak datang pada Anda saat merasakan emosi terutama yang intens maka berarti anak mempercayai Anda.
Anak akan terbuka jika pengalaman mengajarkan mereka bahwa mereka tidak akan dipermalukan, dihukum, atau diabaikan secara emosional karena apa yang dirasakan.
2. Mampu menghadapi kecewa
Anak dengan kecerdasan emosional tinggi mampu bangkit dari kecewa. Mereka bisa saja menangis ketika gagal atau kesal karena ditolak keinginannya. Namun setelahnya mereka dapat pulih.
Orang tua sebaiknya memberikan ruang pada anak untuk mengalami segala emosi termasuk emosi yang tidak nyaman.
3. Peka terhadap perasaan orang lain
Tak hanya memahami emosi sendiri, anak dengan kecerdasan emosional tinggi juga peka terhadap perasaan orang lain. Hal ini jadi salah satu bentuk tertinggi dari kecerdasan emosional.
Bagaimana menumbuhkan kepekaan itu? Anak menyerap kesadaran emosional di dekat orang dewasa yang secara konsisten mencontohkan hal tersebut.
4. Bisa meminta maaf
Permintaan maaf di sini bukan permintaan maaf yang dipaksakan guna menghindari konsekuensi.
Anak yang punya kecerdasan emosional tinggi mampu menyadari bahwa, misal, mereka telah menyakiti perasaan orang lain. Mereka punya keinginan untuk memperbaiki keadaan.
5. Mampu mengenali isyarat nonverbal
Tanda anak punya kecerdasan emosional tinggi salah satunya mampu mengenali isyarat nonverbal. Isyarat nonverbal ini misalnya, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara.
Anak melihat Anda menyendiri saat keluarga sedang berkumpul. Dia bakal bertanya ada apa atau menanyakan keadaan Anda.
6. Pendengar yang baik
Anak menunjukkan kepekaannya dengan bersungguh-sungguh menjadi pendengar. Dia mengajukan pertanyaan dan memperhatikan cerita yang disampaikan.
Hal ini bisa Anda dapatkan saat Anda memberikan perhatian penuh saat anak berbicara. Di momen ini, kemampuan anak untuk mendengarkan juga ikut berkembang.
(els)


















































