7 Cara Mengajari Anak Berbagi, Orang Tua Perlu Tahu

5 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebiasaan berbagi dapat membantu perkembangan kehidupan sosial anak dengan lingkungannya. Namun, ada kalanya anak tidak ingin berbagi apa yang dimilikinya dengan orang lain.

Untuk menyikapi hal tersebut, orang tua biasanya akan mencari informasi cara mengajari anak berbagi melalui media online maupun media sosial.

Kenapa belajar berbagi penting? Karena belajar berbagi dapat membangun empati, mengembangkan keterampilan sosial dan mengajarkan anak mengatur emosinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara mengajari anak berbagi

Mengajari anak berbagi tidak melulu harus dengan cara yang kaku dan membosankan. Ada beragam cara menyenangkan dan sederhana untuk membuat anak mengerti tentang berbagi.

Merangkum dari sejumlah sumber berikut ini cara mengajari anak berbagi.

1. Pahami usia anak

Orang tua tidak bisa berharap bayi berusia enam bulan bisa berjalan seperti anak usia 12 bulan, dikutip dari Parents. Begitu juga dengan anak berusia setahun untuk mengungkapkan keinginannya lewat kata-kata seperti anak berusia dua tahun.

Anak berusia di bawah tiga tahun belum paham tentang konsep berbagi. Sayangnya, sering kali orang tua akan langsung meginstruksi mereka untuk berbagi saat sedang mempertahankan apa yang menjadi miliknya.

Mereka belum sepenuhnya memahami bahwa mereka adalah individu yang terpisah dari orang lain. Mereka sedang membangun jati diri terutama menanamkan rasa kepemilikan akan sesuatu.

Ditambahkan Cleveland Clinic, kamu bisa mulai mengajarkan buah hati soal berbagi saat mereka berusia tiga tahun. Meskipun, anak tiga tahun belum paham benar konsep berbagi dan bergantian.

2. Validasi emosi anak

Jika mainan anakmu diambil orang lain, katakanlah, 'Kamu tidak suka ya saat temanmu mengambil mainanmu. Lain kali, pegang erat-erat'.

Anak akan merasa dipahami dan kata-kata tersebut memberikan rasa tenang. Selain itu, anak akan merasa behak mempertahankan apa yang mereka butuhkan.

3. Jelaskan pentingnya berbagi

Saat anak mencapai usia yang tepat akan penting untuk mengajarkan mereka tentang berbagi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara yang tidak membuat mereka malu akan perasaan mereka sendiri.

Bagaimanapun juga, akan ada situasi saat mereka tidak ingin berbagi.

Cara yang baik untuk membantu anak memahami hal ini adalah dengan menjelaskan pentingnya berbagi. Kamu bisa bertanya, 'Bagaimana perasaanmu jika temanmu tidak mengizinkanmu bermain ayunan?'.

Pertanyaan tersebut dapat membantu buah hati untuk memahami bahwa mereka tidak selalu mendapatkan apapun yang mereka inginkan setiap saat.

Selain itu, ada baiknya juga menunjukkan bagaimana berbagi bisa membuat suatu aktivitas lebih menyenangkan. 'Bukankah akan lebih seru jika adikmu ikut bermain jungkat-jungkit bersamamu?'.

4. Berikan pujian

Pujian saat anak mau berbagi atas inisiatif mereka dapat memberikan dampak positif pada buah hati.

Ketika anak berbagi, segera apresiasi usaha mereka dengan pujian yang spesifik. Contoh, 'Ibu senang sekali melihatmu berbagi mainan dengan temanmu!' atau 'Lihat betapa senangnya adikmu saat kamu memberikan sebagian permenmu kepadanya'.

5. Berikan contoh

Supaya anak mau berbagi dapat dilakukan dengan orang tua memberikan contoh hal tersebut. Bagaimanapun, orang tua merupakan sosok yang paling dijadikan panutan oleh anak.

Sebaiknya, Anda menciptakan kesempatan bagi anak untuk melihat langsung saat Anda berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh:

- berbagi makanan dan camilan,
- menawarkan minuman kepada anak Anda atau orang lain,
- menanyakan kepada anggota keluarga apakah mereka ingin memilih tayangan televisi,
- menawarkan bantuan untuk mengerjakan tugas rumah tangga bagi pasangan.

6. Ciptakan kesempatan untuk berbagi

ilustrasi kakak adikIlustrasi. Cara mengajari anak berbagi. (iStockphoto/anurakpong)

Misalnya saja, tempat tinggal memiliki fasilitas umum tempat bermain anak yang merupakan sumbangan dari warga. Dengan menggunakan fasilitas tersebut, otomatis kita menciptakan anak untuk menyadari pentingnya saling berbagi saat bermain. Anak-anak akan bermain secara bergantian.

Selain itu, orang tua juga dapat menciptakan permainan yang menuntut kesadaran anak untuk berbagi dan bergiliran. Permainan ini dapat dilakukan saat kumpul keluarga.

Kesempatan tersebut dapat menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan kepada anak bahwa berbagi itu menyenangkan dan membuat permainan menjadi lebih seru.

7. Jangan memaksa

Dalam mengajarkan anak untuk berbagi, tindakan memaksa bukanlah pendekatan terbaik.

Contoh, anak-anak yang masih kecil sedang dalam tahap mengembangkan rasa kepemilikan terhadap barang mereka. Dengan memaksa berbagi dapat membuat mereka merasa kehilangan kendali atas barang miliknya sendiri yang akhirnya menimbulkan rasa kesal atau frustrasi.

Anak-anak juga perlu menetapkan Batasan yang sehat bagi diri mereka sendiri. Tindakan memaksa anak untuk berbagi terkadang justru mengaburkan batasan tersebut.

Itulah sejumlah cara mengajari anak berbagi yang dapat kamu lakukan. Semoga berhasil!

(glo/asr)

Read Entire Article
| | | |