Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap pembelian HP baru, biasanya pengguna akan merasakan perbedaan performa dan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan dengan ponsel lamanya. Setiap aktivitas bisa dijalankan dengan lebih cepat dan lancar tanpa kendala di ponsel yang baru.
Namun, performa ponsel dapat turun secara signifikan seiring lama pemakaian. Ponsel yang awalnya responsif bisa terasa semakin berat dan lemot. Beberapa kebiasaan pengguna juga jadi penyebab menurunnya performa HP.
Melansir dari laman Erafone, masalah yang dialami banyak orang ini sebenarnya bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Misalnya, rutin menghapus file-file besar yang tidak penting dapat membuat memori penyimpanan kembali lega.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah beberapa penyebab dan cara mencegah ponsel menjadi lemot setelah setahun pemakaian agar ponsel tetap lancar bahkan setelah bertahun-tahun pemakaian.
1. Tidak mengelola storage
Meskipun kapasitas ruang penyimpanan HP saat ini sudah lebih besar, kebiasaan menyimpan file dokumen, foto, dan video dalam jumlah banyak dapat menjadi penyebab utama HP menjadi lamban.
Ketika ruang penyimpanan internal hampir penuh, sistem ponsel hanya punya ruang terbatas untuk menyimpan data sementara dan melakukan proses operasional perangkat. Oleh karena itu pengguna perlu rutin mengecek kapasitas penyimpanan dan menghapus file-file yang sudah tidak diperlukan agar ruang penyimpanan internal tetap lega.
2. Jarang restart ponsel
Restart ponsel dapat membantu menjaga performa tetap baik. Dengan rutin melakukan restart,sistem jadi dapat kesempatan untuk memuat ulang setiap proses dengan kondisi yang lebih segar. Restart juga dapat membantu mengatasi masalah kecil seperti aplikasi tidak responsif, sistem terasa berat, atau bug sementara.
Jadi, jika ponsel mulai terasa lamban dari sebelumnya, pengguna dapat melakukan restart terlebih dahulu sebelum melakukan langkah lainnya. Restart tidak hanya dapat dilakukan ketika kendala mulai terasa, langkah ini dapat dilakukan secara rutin seminggu sekali.
Ketika berpindah menggunakan ponsel baru, pengguna umumnya akan mengunduh banyak aplikasi yang dirasa penting. Mulai dari media sosial, ecommerce, perbankan, sampai aplikasi untuk bekerja. Kebiasaan mengunduh aplikasi dapat membuat kapasitas ruang penyimpanan cepat penuh.
Semakin banyak aplikasi yang diunduh, semakin besar ruang penyimpanan yang dibutuhkan. Untuk itu, pengguna dapat mengecek dan menyortir daftar aplikasi yang jarang atau tidak pernah digunakan agar penyimpanan semakin lega dan ponsel tidak perlu menangani aplikasi yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.
4. Overheat akibat pemakaian intens
Penggunaan ponsel secara intens dan terus menerus dalam waktu lama seperti untuk bermain game, streaming, video editing, atau digunakan sambil pengisian daya, dapat membuat suhu perangkat meningkat.
Ketika suhu terlalu tinggi, sistem akan melakukan thermal throttling, yaitu menurunkan performa prosesor untuk mengendalikan temperatur perangkat. Akibatnya, ponsel akan terasa melamban meskipun spesifikasinya cukup baik.
5. Tidak pernah membersihkan cache
Cache dapat memengaruhi kinerja sistem operasi di HP Android. Data sementara dari pengoperasian sistem Android ini berfungsi untuk membantu aplikasi menyimpan data sementara, membuat aplikasi dapat dibuka lebih cepat.
Namun, penumpukan cache lama-kelamaan akan membuat ponsel lamban. Membersihkan cache seminggu sekali bisa membantu menjaga ruang penyimpanan tetap lega.
6. Terlalu banyak aplikasi berjalan di background
Banyak aplikasi yang tetap melakukan aktivitas atau proses di latar belakang meskipun sedang tidak digunakan. Misalnya sinkronisasi, notifikasi, atau memperbarui informasi. Jika terlalu banyak aplikasi melakukan aktivitas tersebut bersamaan, penggunaan resource seperti RAM, CPU, baterai, dan internet ikut meningkat.
Pengguna dapat memeriksa pengaturan aktivitas latar belakang untuk mengetahui aplikasi mana yang paling banyak menggunakan resource. Pengguna dapat membatasi aktivitas latar belakang atau menghapusnya jika sudah tidak diperlukan.
7.Jarang update sistem operasi
Update software biasanya tidak hanya membawa fitur baru, tapi juga perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan optimasi sistem. Masalah-masalah tersebut akan tetap ada jika notifikasi update software terus diabaikan. Jadi, update software sebaiknya segera dilakukan setelah pengguna menerima pemberitahuannya.
(fta/dmi)

















































