7 Tanda Anak Kurang Mandiri, Orang Tua Perlu Waspada

2 hours ago 7

CNN Indonesia

Senin, 27 Jul 2026 18:30 WIB

Homeless Asian child sitting alone on the stairway in the street. Poor, sad, scared and alone. Ilustrasi. Ada beberapa tanda yang bisa dilihat orang tua jika anak kurang mandiri. (iStockphoto/photocheaper)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kemandirian merupakan salah satu bekal penting bagi tumbuh kembang anak. Anak yang mandiri umumnya memiliki rasa percaya diri, berani mencoba hal baru, dan mampu menyelesaikan tugas sesuai usianya.

Sebaliknya, anak yang kurang mandiri sering kali ragu terhadap kemampuannya sendiri. Mereka cenderung takut mengambil keputusan, enggan menghadapi tantangan, dan lebih memilih bergantung pada orang lain.

Tanda anak kurang mandiri biasanya dapat dikenali dari perilaku sehari-hari. Orang tua pun memiliki peran penting dalam membantu anak membangun rasa percaya diri dan kemandirian sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Psychology Today, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemandirian anak, di antaranya terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar serta pola asuh yang terlalu membatasi atau dipenuhi kecemasan dari orang tua.

Sementara itu, Healthy Children menyebutkan sejumlah ciri yang dapat menjadi tanda anak kurang mandiri. Berikut beberapa tandanya:

1. Menghindari tantangan sebelum mencoba

Anak yang kurang mandiri sering kali menolak tantangan bahkan sebelum mencobanya. Sikap ini biasanya muncul karena rasa takut gagal atau merasa tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.

2. Mudah terpengaruh lingkungan

Pergaulan memang memengaruhi perkembangan anak. Namun, anak yang kurang mandiri cenderung lebih mudah mengikuti pendapat atau keputusan teman-temannya karena belum memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri.

3. Kurang memiliki inisiatif

Anak yang belum mandiri umumnya menunggu arahan sebelum bertindak. Mereka jarang menunjukkan inisiatif untuk memulai suatu pekerjaan atau menyelesaikan masalah secara mandiri.

4. Selalu bergantung pada orang tua

Kehadiran orang tua memang penting bagi anak. Namun, jika anak selalu membutuhkan orang tua untuk mengambil keputusan, meminta persetujuan, atau merasa cemas saat ditinggal sebentar, hal tersebut dapat menjadi tanda kurangnya kemandirian.

5. Bersikap seolah tidak mampu

Mengutip buku The Big Book of Parenting Solutions karya Michele Borba, Ed.D., anak yang kurang mandiri kerap menunjukkan perilaku seolah-olah tidak mampu melakukan sesuatu. Misalnya, mereka berkata, "Aku tidak bisa melakukannya," agar terhindar dari tugas atau tanggung jawab baru.

6. Terlalu berhati-hati

Bersikap hati-hati merupakan hal yang baik. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, anak dapat menjadi ragu-ragu, mudah cemas, dan enggan mengambil keputusan. Kondisi ini juga dapat menghambat keberanian anak untuk mencoba pengalaman baru.

7. Kurang bertanggung jawab

Anak yang kurang mandiri umumnya juga belum memiliki rasa tanggung jawab yang kuat. Mereka cenderung menunggu orang lain memulai atau menyelesaikan tugas, alih-alih melakukannya sendiri.

Jika orang tua mulai melihat beberapa tanda anak kurang mandiri tersebut, penting untuk segera mencari tahu penyebabnya. Dengan dukungan, kepercayaan, dan kesempatan untuk belajar sesuai usianya, anak dapat mengembangkan kemandirian secara bertahap. Semakin dini hal ini dibangun, semakin besar pula bekal yang dimiliki anak untuk menghadapi tantangan di masa depan.

(glo/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |