Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memperingatkan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi (MBG) soal tindakan gratifikasi berupa meminta fee atau tambahan penghasilan dari mitra.
Menurut Sudaryono, kepala SPPG merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) badan tersebut yang dianggap sebagai abdi negara.
Karenanya, Sudaryono meminta kepada mitra SPPG untuk melaporkan kepada pihaknya apabila ditemukan dugaan pelanggaran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau minta fee, minta tambahan penghasilan dari mitra atau dari yayasan itu tindak pidana gratifikasi atau tindak pidana korupsi, sehingga silahkan jika ada temuan mitra yang merasa mungkin diperlakukan tidak adil, tidak baik dan lain-lain bisa dilaporkan kepada kami," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Pihaknya juga tidak segan memecat kepala SPPG terkait dan menutup operasional dapur MBG apabila ditemukan melakukan pelanggaran tersebut.
"Barang siapa melakukan pelanggaran itu kami dengan tegas, pasti kalau terbukti kami pecat. Dan dapurnya kami suspen Kami tidak ingin pelanggaran yang dilakukan oleh oknum yang sedikit, oleh jumlah dapur yang sedikit Itu kemudian merusak citra dari orang-orang yang selama ini telah bekerja keras," tegasnya.
Selain itu, Sudaryono juga menyoroti soal oknum kepala SPPG yang me-mark up harga bahan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia memastikan dalam pengadaan bahan pangan untuk MBG dilakukan secara adil.
"Jangan sampai kemudian yang dipilih adalah oang-orang yang secara subjektif. Dan kemudian dengan subjektifitasnya itu kemudian ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan di situasi kesempatan," terang Sudaryono.
Terkait anggaran, Sudaryono belum membahas lebih lanjut. Pasalnya, pihaknya saat ini masih berfokus merapikan data pelaksanaan program MBG yang telah berjalan.
Sudaryono menjelaskan pihaknya masih melakukan proses penyisiran terkait seluruh data yang meliputi lokasi SPPG, jumlah sekolah yang dilayani, hingga jumlah penerima manfaat. Ia memastikan akan menyampaikan informasi tersebut secara terbuka.
Saat ini, BGN tengah fokus membereskan tiga persoalan utama, yakni tindakan koruptif, perbaikan tata kelola, dan transparansi komunikasi dengan instansi lain. Oleh karena itu, Sudaryono menyampaikan badan tersebut rutin melakukan rapat pimpinan untuk mencapai target sejumlah persoalan tersebut.
"Setiap hari Senin, kami melakukan rapat pimpinan, kemudian membuat keputusan-keputusan dan juga membuat hal-hal yang memang harus dikerjakan dalam seminggu ke depan. Sehingga kita tepat hari ini bikin target, besok dikerjakan, terus minggu depan ditagih bikin target baru," jelas Sudaryono.
(fln/sfr)
Add
as a preferred source on Google


















































