Alasan Uang Rp50 Ribu Jadi Teraman Kedua di Dunia

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Uang kertas pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi (TE) 2022 masuk jajaran uang teraman dan tersulit di dunia versi BestBrokers, karena memiliki 17 unsur pengaman yang membuatnya sulit dipalsukan.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P Gozali dalam acara Press Statement Penguatan Sinergi Pemberantasan Rupiah Palsu di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

Ia mengatakan uang pecahan Rp50 ribu TE 2022 meraih peringkat kedua dunia dalam kategori mata uang teraman dengan 17 unsur pengaman canggih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ricky menyebut pengakuan internasional ini menjadi bukti peningkatan kualitas rupiah yang terus dilakukan BI, baik dari sisi bahan uang, teknologi cetak, hingga unsur pengaman.

Menurutnya, penguatan kualitas uang rupiah turut berkontribusi terhadap penurunan temuan uang palsu di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data BI, temuan uang rupiah palsu turun dari 5 piece per million (ppm) atau lima lembar dalam setiap satu juta uang beredar pada 2023 menjadi hanya 4 ppm sepanjang 2024 hingga 2025.

Ricky menjelaskan capaian tersebut tak lepas dari sinergi antara BI dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), yang terdiri dari Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Keuangan.

BI juga terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah agar masyarakat semakin memahami ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

"Berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah dan harapan kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, BI bersama Polri dan unsur Botasupal memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan periode 2017 hingga November 2025.

Ricky mengungkap temuan uang palsu tersebut berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), hingga hasil pengolahan setoran bank ke BI secara nasional.

"Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang," jelasnya.

Ia menambahkan pemusnahan ini dilakukan sesuai prosedur ketat yang berlaku untuk memastikan uang palsu tersebut tidak dapat digunakan kembali.

(lom/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |