Ayah Jarang Hadir secara Emosional, Ini Dampaknya pada Anak

2 hours ago 5

CNN Indonesia

Sabtu, 25 Jul 2026 03:00 WIB

Ketahui apa saja dampak ayah yang jarang hadir secara emosional untuk anaknya. Ilustrasi. Ketahui apa saja dampak ayah yang jarang hadir secara emosional untuk anaknya. (Foto: iStock/NoSystem images)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kehadiran ayah bukan hanya diukur dari keberadaannya secara fisik atau kemampuannya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga dari keterlibatannya dalam kehidupan sehari-hari anak.

Minimnya interaksi emosional antara ayah dan anak dapat memicu fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa mendapatkan dukungan emosional yang cukup dari sosok ayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketahui apa saja dampak ayah yang jarang hadir secara emosional untuk anaknya.

Lembaga pemerintah, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menyoroti persoalan ini sebagai salah satu tantangan dalam pengasuhan anak di Indonesia.

Fenomena fatherless tidak selalu berarti seorang anak kehilangan ayah karena perceraian atau meninggal dunia. Dalam banyak kasus, ayah masih tinggal serumah, tetapi jarang berinteraksi, tidak terlibat dalam pengasuhan, atau kurang memberikan perhatian secara emosional.

Kondisi inilah yang perlahan dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.

Ketahui dampak yang dapat terasa pada anak ketika ayahnya jarang hadir secara emosional, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Anak lebih sulit mengelola emosi

Salah satu dampak yang paling sering terlihat adalah kesulitan mengendalikan emosi. Anak menjadi lebih mudah marah, cemas, atau mengalami stres ketika menghadapi masalah.

Pada masa kanak-kanak, ayah berperan membantu anak mengenali dan mengelola emosi. Ketika ikatan emosional tersebut tidak terbangun, anak bisa kehilangan salah satu sumber dukungan penting saat menghadapi tekanan.

Kurangnya perhatian dari ayah dapat memengaruhi rasa percaya diri anak. Anak yang jarang mendapatkan apresiasi atau dukungan cenderung mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri.

Akibatnya, mereka lebih mudah merasa tidak berharga, takut mencoba hal baru, dan enggan mengambil keputusan karena khawatir melakukan kesalahan.


3. Rentan memicu masalah perilaku

Tanpa figur ayah yang menjadi teladan, anak berisiko mengalami kesulitan memahami batasan, aturan, maupun tanggung jawab.

Kondisi ini dapat terlihat dari perilaku yang lebih sulit diatur, mudah memberontak, hingga berpotensi terlibat dalam tindakan negatif ketika memasuki usia remaja.


4. Menyulitkan anak membangun hubungan sosial

Hubungan sosial juga dapat terdampak. Anak yang kurang mendapatkan kedekatan emosional dengan ayah sering kali mengalami kesulitan membangun kepercayaan kepada orang lain.

Mereka bisa menjadi lebih tertutup, mudah curiga, atau justru mencari pengakuan dari lingkungan yang kurang sehat.


5. Memengaruhi pembentukan identitas anak

Minimnya keterlibatan ayah juga dapat memengaruhi pembentukan identitas anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Pada anak perempuan, ayah menjadi contoh pertama tentang bagaimana laki-laki memperlakukan perempuan dengan rasa hormat dan kasih sayang.

Sementara bagi anak laki-laki, ayah berperan sebagai panutan dalam membentuk tanggung jawab, kedewasaan, dan kemampuan menghadapi tantangan hidup.


6. Mengurangi rasa aman saat masa tumbuh kembang

Kehadiran ayah yang aktif membantu anak merasa aman dan didukung selama proses tumbuh kembang.

Sebaliknya, ketika hubungan emosional dengan ayah minim, sebagian anak dapat merasa kurang mendapatkan perlindungan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara optimal.


7. Rentan mencari pengakuan dari lingkungan negatif

Anak yang tidak memperoleh perhatian dan kedekatan emosional dari ayah berisiko mencari validasi dari luar rumah.

Jika tidak dibarengi lingkungan yang positif, kondisi ini dapat membuat anak lebih mudah terpengaruh pergaulan yang kurang sehat demi mendapatkan penerimaan.

Demikian dampak ayah yang jarang hadir secara emosional untuk anaknya. Setiap keluarga diharapkan menyadari bahwa kehadiran ayah secara emosional sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan materi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

(asp/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |