Jakarta, CNN Indonesia --
Ayah Marcus Gideon, Kurniahu meninggal dunia pada Kamis (29/1). Kurniahu juga merupakan salah satu mantan pebulutangkis dan pelatih legendaris di Indonesia.
Kabar duka cita ini disampaikan oleh akun resmi Gideon Badminton Academy. Kurniahu meninggal dunia di usia 66 tahun.
"Keluarga besar Gideon Badminton Academy menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, pendiri dan pembina Gideon Badminton Academy."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan," tulis Gideon Badminton Academy.
Kurniahu merupakan pemain era akhir 70-an dan 80-an yang sering berlaga di pentas internasional. Setelah itu, Kurniahu menjadi pelatih dan membina pemain di klub Tangkas. Kurniahu dan menelurkan banyak pemain-pemain hebat dari PB Tangkas.
Kurniahu juga merupakan ayah dari Marcus Gideon. Sejak Marcus kecil, Kurniahu mendorong Marcus untuk jadi pebulutangkis.
Kurniahu juga sempat merelakan Marcus untuk sekolah di Singapura sambil tetap menekuni bulu tangkis. Namun saat itu tujuannya bukan lagi prestasi di level internasional.
Setelah Marcus tak betah di Singapura dan kembali ke Indonesia, Marcus mendapat gemblengan langsung dari Kurniahu. Marcus lalu berhasil masuk Pelatnas Cipayung dan bisa jadi pemain nomor satu dunia saat berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.
(ptr/nva)

















































