Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan mengungkap alasan Amerika Serikat (AS) akhirnya setuju memenuhi sertifikasi halal Indonesia terhadap produk mereka.
Pria yang kerap disapa Babe Haikal mengatakan pihaknya yang langsung menjemput bola dengan menemui langsung Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Ia menyampaikan kedatangannya diterima dengan baik meski diskusi sempat berjalan alot.
"Saya datang 26 jam mengunjungi Bapak, itu karena kami membawa message bahwa hubungan kita harus lebih baik," cerita Haikal dalam wawancaranya bersama CNNIndonesia TV, Rabu (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melalui proses diskusi panjang hingga total tujuh kali pertemuan, akhirnya AS menyetujui untuk memenuhi sertifikasi halal Indonesia terhadap produk mereka.
"Lalu kemudian kita ada empat kali jumpa, sampai tiga kali dinner. Tujuh kali kami berdiskusi dan akhirnya beritanya sangat menggembirakan buat kita," tambahnya.
Babe Haikal bercerita bagaimana akhirnya AS bisa melunak, yakni dengan menanggalkan segala arogan dengan menghormati kebijakan negara satu sama lain. Dalam hal ini, jika ingin penjualan produk AS meningkat di Indonesia, syaratnya adalah mengantongi sertifikat halal.
"Kalau punya aturan sendiri we get no deal saya bilang," ujar Haikal.
Ia juga bercerita bagaimana proses negosiasinya dengan AS, yakni dengan menyebut Indonesia sebagai negara muslim sehingga produk halal akan lebih diterima.
"Kalau produk Anda itu tidak halal, Anda tidak bisa ke negara Teluk, Indonesia, Malaysia, Brunei," terang Haikal.
Dalam kesempatan sama, Babe Haikal juga menjelaskan terdapat lima lembaga AS yang telah terakreditasi memiliki Mutual Recognition Agreement dengan BPJPH untuk membantu proses sertifikasi halal Indonesia.
Rinciannya, American Halal Foundation (AHF), Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA), Islamic Services of America (ISA), Islamic Society of Washington (ISWA), dan Halal Transaction of Omaha (HTO).
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan sebanyak 84 perusahaan AS siap mematuhi sertifikasi halal Indonesia.
"Mendatangkan 84 perusahaan terbesar Amerika di bidang halal ini untuk datang ke Indonesia. Artinya kita menerima produk mereka dan mereka itu sudah mematuhi. 84 itu mengatakan, 'Yes kami halal'," ucapnya.
Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya menegaskan komitmen memenuhi sertifikasi halal pada produk hasil pertanian sesuai dengan yang disyaratkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
"Terkait halal, kantor kami bekerja sangat erat dengan BPJPH. Dan tentu saja, produk-produk dari Amerika Serikat selalu berupaya untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPJPH," kata Penasihat Pertanian Dinas Pertanian Luar Negeri USDA Lisa Ahramjian, dikutip dari Antara.
Ahramjian menjelaskan USDA akan menyelenggarakan festival 'Rasa Amerika' di Mal Sarinah, Jakarta, 31 Januari-1 Februari mendatang, yang akan menampilkan 13 komoditas pertanian Amerika Serikat.
Kemudian pada 2-5 Februari, Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg bersama delegasi USDA Agribusiness Trade Mission akan berkunjung ke Indonesia. Lindberg dijadwalkan membawa sekitar 85 perusahaan dan perwakilan industri AS untuk menjajaki peluang perdagangan dan kemitraan.
Salah satu tujuan dari misi dagang USDA itu, sebutnya, untuk menghadirkan lebih banyak produk asal Amerika Serikat yang telah tersertifikasi halal ke Indonesia.
(fln/sfr)


















































