Jakarta, CNN Indonesia --
Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia, Kamis (19/3) Michael Bambang Hartono dikonfirmasi menghembuskan nafas terakhirnya di Singapura pukul 13.15 waktu setempat.
Taipan asal Kudus tersebut wafat di usia 86 tahun dan dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Group Djarum Budi Darmawan kepada CNNIndonesia.com.
"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang Hartono masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia menurut catatan Forbes. Melansir laman Forbes, kekayaan Michael Hartono mencapai US$17,5 miliar dan menjadikannya orang terkaya ke-158 di dunia, per Kamis (19/3). Jika dirupiahkan, nilai kekayaan itu mencapai Rp295,750 triliun (Kurs Rp16.900 per dolar AS).
Sebagian besar kekayaan yang diperoleh berasal dari investasi keluarga Hartono di Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono membeli saham BCA setelah keluarga konglomerat lainnya keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut akibat krisis ekonomi Asia pada 1997-1998.
Hartono bersaudara melalui konsorsium FarIndo Investments (Mauritius) Ltd dan Farallon Capital Management LLC berhasil menjadi pemegang suara mayoritas perusahaan dengan mengempit 51,15 persen saham BCA.
Bank inilah yang memberikan pundi-bundi besar bagi pendapatan Hartono bersaudara. Sebagian besar pendapatan mereka berasal dari lini ini.
Adapun awal terkumpulnya pundi-pundi keluarga Hartono berasal dari industri tembakau. Michael bersama adiknya Robert Budi Hartono bangkit usai bisnis keluarga yang dikelola ayahnya sejak 1951 sempat terpuruk. Mereka menghidupkan kembali usaha tembakau yang telah dijalankan ayah mereka.
Mereka membangkitkan Djarum dengan melakukan berbagai pembenahan manajemen dan peralatan produksi. Mesin pengolahan tembakau dengan teknologi baru didatangkan dari Inggris dan Jerman Barat.
Upaya itu memberikan hasil gemilang. Pada periode 1965 sampai dengan 1968, produksi rokok yang terjual berhasil tembus 3 miliar batang; sebuah pencapaian yang fantastis hingga kini. Hingga saat ini, Djarum masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Tanah Air.
Selanjutnya, mereka mendirikan PT Indonesian Electronic & Engineering pada 18 September 1976dan kini lebih dikenal sebagai PT Hartono Istana Teknologi.
Pada 2022, Michael Hartonobersama adiknya Budi Hartonoresmimelantai di pasar bursa Tanah Air, sekaligus mencatatkanIPO terbesar kedua di Indonesia lewat Global Digital Niaga atau yang lebih dikenal dengan Blibli dan meraup dana sebesar US$510 juta.
Portofolio bisnis keluarga Hartonojuga mencakup real estatdi Jakarta, serta menguasai merek elektronik Polytron. Pada 2025, Polytron mulai merambah bisnis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di pasar domestik dengan meluncurkan dua model mobil listrik.
Tak berhenti sampai di sana, Hartono bersaudara juga terjun ke bisnis properti dan perhotelan dengan mengelola sejumlah kawasan perkantoran dan hotel mewah yang tersebar di beberapa tempat, antara lain, Grand Indonesia, Hotel Kempinski, Menara BCA dan lainnya.
Pada 2008, mereka juga melebarkan sayap bisnisnya ke sektor perkebunan dengan mendirikan Hartono Plantation Indonesia.
(ins)
Add
as a preferred source on Google

















































