BMKG: Gempa Susulan di Flores Bisa Hingga 6 Bulan ke Depan

11 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan pasca gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada 15 Agustus kemarin berangsur mereda dan diperkirakan berakhir total beberapa bulan ke depan.

Gempa yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust ini berpusat di sekitar 30 km timur laut NTT pada kedalaman 15 km. Dampaknya dirasakan masyarakat sekitar Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan bahwa berdasarkan perkiraan, aktivitas gempa bumi susulan di Flores dapat berlangsung hingga enam bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Estimasi mungkin masih bisa berlangsung sekitar 4-6 bulan ke depan. Itu yang hanya tercatat oleh alat, bukan yang nanti bisa terdampak ke masyarakat, bahkan merusak bangunan," kata Wijayanto dalam konferensi pers secara daring, Selasa (15/9).

Hasil analisis BMKG mengungkap gempa susulan berkekuatan tinggi di atas M5,0 semakin jarang dan tidak tercatat lagi dalam satu minggu terakhir, meskipun kategori sedang M3,0-M4,0 diperkirakan masih akan terjadi hingga 6-7 minggu ke depan.

Sementara itu, gempa susulan berkekuatan di bawah M3,0 yang tidak terasa secara langsung diperkirakan baru akan berhenti hingga beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, Wijayanto menegaskan bahwa estimasi tersebut merupakan kecenderungan statistik peluruhan, bukan perkiraan tanggal pasti berakhirnya aktivitas gempa maupun prediksi waktu gempa berikutnya.

Ia juga meluruskan bahwa estimasi gempa susulan tersebut bukan berarti tidak akan ada lagi gempa di atas M5,0. BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap karakteristik wilayah NTT yang memang memiliki tingkat kegempaan tinggi.

Plh. Deputi Bidang Geofisika Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa hingga 30 hari pascagempa utama, BMKG mencatat 15.722 gempa susulan berkekuatan M0,9-M6,2. Menurut BMKG, dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 190 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis data gempa terkini, frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan menunjukkan pola penurunan dan telah memasuki fase peluruhan," kata Ardhasena.

Gempa susulan mulai berangsur menurun bulan ini. Pada minggu pertama, BMKG mencatat 5.011 kejadian gempa susulan, minggu kedua 4.267 kejadian, minggu ketiga 3.158, minggu keempat 2.421 kejadian, dan minggu kelima sementara ini tercatat 864 kejadian.

Menurut BMKG, sebanyak 75 persen gempa susulan berkekuatan di bawah M3,0. Gempa pada kategori rendah tersebut hanya terdeteksi oleh jaringan seismograf dan tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.

(fta/dmi)

Read Entire Article
| | | |