BPOM Temukan Peredaran Obat Palsu, Mengandung Bahan Keras

7 hours ago 8

CNN Indonesia

Rabu, 01 Jul 2026 19:45 WIB

Obat palsu. Ilustrasi. BPOM menemukan peredaran obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. (CNN Indonesia /Andry Novelino)

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan peredaran obat palsu merek Codrela dan Trivam Fliege. Kedua obat batuk tersebut tidak memiliki nomor izin edar dan tidak terdaftar di BPOM.

Temuan ini merupakan hasil pengawasan BPOM secara intensif, baik di penjualan offline maupun online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan Codrela memperlihatkan adanya ketidaksesuaian kandungan yang tercantum di label kemasan dengan hasil pemeriksaan.

"Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan, melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)," ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar, menukil laman resmi BPOM.

Sementara Trivam Fliege diklaim mengandung bahan aktif propofol 20 miligram (mg). Obat yang beredar secara online ini disalahgunakan lantaran dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran.

Dalam dunia medis, sebut Taruna, propofol digunakan sebagai obat anestesi intravena untuk induksi, pemeliharaan anestesi umum, dan sedasi pada prosedur umum.

"Propofol merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter," ujarnya.

Terhadap kedua obat tersebut, BPOM telah melakukan pengawasan lanjutan, penelusuran intelijen, serta penyidikan untuk mengungkap sumber atau pihak yang memproduksi dan mengedarkan obat palsu.

BPOM juga terus mengintensifkan pengawasan peredaran obat secara online. Sepanjang tahun 2023 hingga Maret 2026, BPOM telah mengidentifikasi sebanyak 183 tautan di marketplace yang menjual Trivam palsu.

Hasil pengawasan ditindaklanjuti dengan pengajuan rekomendasi takedown tautan atau konten yang mempromosikan produk tersebut.

(asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |