BPS Ungkap Penyebab Harga Daging Ayam Naik di 188 Daerah

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga daging ayam ras mengalami kenaikan di 188 kabupaten/kota hingga pekan pertama Agustus 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kenaikan tersebut antara lain dipicu meningkatnya permintaan, terbatasnya pasokan, hingga kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah.

Ia mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena meski harga rata-rata nasional masih berada sedikit di bawah harga acuan penjualan (HAP), kenaikannya sudah terjadi di banyak daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP," ujar wanita yang akrab disapa Winny itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (10/8).

Kabupaten Bangka Selatan misalnya, kenaikan harga ayam terjadi ketika permintaan masyarakat meningkat sebagai alternatif pengganti ikan. Angin kencang dan gelombang tinggi membatasi aktivitas nelayan sehingga stok ikan berkurang dan masyarakat beralih membeli ayam.

Sementara di Kota Binjai, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan pasar seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program MBG setelah libur sekolah berakhir.

[Gambas:Youtube]

Adapun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kenaikan harga terjadi karena stok ayam di pasar terbatas ketika permintaan meningkat.

"Karena di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat," jelas Winny.

Faktor serupa terlihat di Kabupaten Bengkulu Tengah. BPS mencatat kenaikan harga diduga dipengaruhi meningkatnya permintaan dari agen dan pengecer untuk memenuhi kebutuhan SPPG dalam pelaksanaan MBG. Di sisi lain, pasokan dari peternak dan pemasok relatif terbatas.

Kenaikan biaya produksi, termasuk harga pakan, juga disebut turut menambah tekanan terhadap harga ayam di tingkat konsumen.

Di Kabupaten Bangka Tengah, kenaikan harga ayam dipengaruhi meningkatnya permintaan sebagai alternatif pengganti ikan akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan. Berjalannya kembali program MBG turut meningkatkan permintaan ayam.

Sementara di Kabupaten Seluma, kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan MBG yang kembali aktif. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dengan kenaikan harga didorong meningkatnya permintaan untuk kebutuhan MBG serta kenaikan harga pakan ayam.

Berdasarkan paparan BPS, rata-rata harga daging ayam ras secara nasional pada pekan pertama Agustus 2026 mencapai Rp39.712 per kilogram kg). Harga tersebut masih sedikit di bawah HAP konsumen sebesar Rp40 ribu per kg.

Namun, kenaikan harga terjadi di 52,22 persen wilayah Indonesia dalam cakupan pemantauan. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH daging ayam ras juga mencapai 188 daerah, meningkat dari 110 daerah pada pekan kelima Juli.

Winny mengatakan meski level harga nasional masih berada di bawah HAP, laju kenaikan harga di sejumlah daerah sudah cukup tinggi.

"Dan tentunya kalau kita lihat kenaikan harganya ini tadi yang menjelaskan matriks tadi yang saya sampaikan sebelumnya bahwa peningkatan harganya relatif tinggi. Tetapi kalau secara level harga ini masih sedikit di bawah HAP," jelasnya.

Tekanan harga terlihat lebih jelas di sejumlah daerah. Berdasarkan data BPS, harga daging ayam ras tertinggi pada pekan pertama Agustus mencapai Rp100 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya.

Harga tinggi juga tercatat di Kabupaten Yahukimo sebesar Rp85 ribu per kg, serta Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Pegunungan Bintang masing-masing Rp80 ribu per kg. Di sisi lain, harga terendah tercatat sebesar Rp20 ribu per kilogram.

BPS juga mencatat sejumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH sekaligus sudah berada di atas HAP. Kota Binjai, misalnya, mencatat harga rata-rata Rp42 ribu per kg, atau 5 persen di atas HAP, dengan kenaikan IPH mencapai 29,78 persen.

Kabupaten Kepahiang mencatat harga lebih tinggi, yakni Rp48 ribu per kg atau 20 persen di atas HAP. Kenaikan IPH di daerah tersebut mencapai 21,34 persen.

"Artinya ada kabupaten-kabupaten kota yang kami berikan tanda warna merah ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena dia sudah di atas HAP dan tingkat kenaikan harga IPH-nya ini sudah di atas 15 persen kira-kira," tutur Winny lebih lanjut.

Kabupaten Bangka mencatat harga ayam Rp46.800 per kg dengan kenaikan IPH 20,92 persen dan harga 17 persen di atas HAP. Kabupaten Seluma berada di Rp45 ribu per kg, dengan kenaikan IPH 23,97 persen dan harga 12,5 persen di atas HAP.

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat harga Rp45 ribu per kg dengan kenaikan IPH 18,97 persen. Sementara Kabupaten Biak Numfor berada di Rp43 ribu per kg, dengan kenaikan IPH 20,16 persen dan harga 7,5 persen di atas HAP.

Adapun sejumlah daerah mencatat kenaikan IPH yang tinggi meski harga ayam masih berada di bawah HAP. Kabupaten Bangka Selatan memiliki kenaikan IPH tertinggi dalam daftar tersebut, yakni 34,58 persen, dengan harga Rp38.800 per kg atau 3 persen di bawah HAP.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan mencatat harga Rp40 ribu per kg atau sesuai HAP, dengan kenaikan IPH 25,75 persen. Kabupaten Bengkulu Tengah berada di Rp39.600 per kg dengan kenaikan IPH 25,41 persen.

Kenaikan IPH juga terjadi di Kabupaten Bangka Tengah dengan harga Rp42 ribu per kg dan kenaikan 24,70 persen. Kabupaten PALI mencatat harga Rp40 ribu dengan kenaikan IPH 23,02 persen, sedangkan Kabupaten Tulang Bawang berada di Rp30 ribu dengan kenaikan IPH 22,04 persen.

(del/ins)

Read Entire Article
| | | |