Di Balik Ramai-ramai Maskapai Larang Gunakan Power Bank di Pesawat

1 week ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa maskapai penerbangan di Asia memperketat aturan tentang membawa baterai lithium di pesawat menyusul serangkaian insiden overheating dan kebakaran di dalam pesawat.

Sebuah power bank portabel dengan baterai lithium telah ditemukan sebagai kemungkinan sumber kebakaran yang melanda pesawat Air Busan pada bulan Januari lalu, saat pesawat itu menunggu lepas landas, menurut kementerian transportasi Korea Selatan dalam siaran pers, mengutip komite investigasi dan layanan forensik.

Penyelidik menemukan "beberapa tanda lelehan listrik dari sisa-sisa power bank," kata siaran pers tersebut, seperti dilansir CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelancong sering mengemas power bank baterai lithium-ion untuk mengisi daya ponsel, tablet, laptop, dan kamera mereka saat bepergian. Perangkat berukuran saku tersebut menjaga gadget tetap terisi daya untuk bermain game atau menonton film yang diunduh untuk tetap terhibur selama penerbangan jarak jauh.

Namun, masalah pabrikan, penyalahgunaan, dan masa pakai dapat meningkatkan risiko dari baterai, yang menggunakan bahan yang mudah terbakar, yang berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran dalam penerbangan.

Lebih dari 500 insiden baterai litium dalam penerbangan yang melibatkan asap, api, atau panas ekstrem telah dicatat oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dalam dua dekade terakhir.

Maskapai penerbangan mana yang telah mengubah aturan mereka?

Korea Selatan menerapkan pembatasan nasional yang mulai berlaku bulan ini, melarang penumpang menyimpan power bank dan rokok elektrik di kabin atas di semua maskapai penerbangan negara itu. Penumpang dapat menyimpan power bank di kantong kursi atau di bawah kursi.

Mengisi power bank daya di pesawat dengan mencolokkannya ke stopkontak USB kursi juga dilarang, menurut peraturan baru.

"Soket power bank harus ditutup atau dimasukkan ke dalam kantong pelindung atau kantong plastik (misalnya kantong beritsleting) sehingga tidak menyentuh logam lain," kata kementerian transportasi negara itu.

Thai Airways mengumumkan penumpang tidak lagi diizinkan untuk menggunakan atau mengisi daya power bank dalam penerbangan mulai 15 Maret 2025, menyusul "insiden kebakaran dalam penerbangan pada maskapai penerbangan internasional, yang diduga terkait dengan penggunaan power bank."

Mulai April 2025, Singapore Airlines melarang penumpang menggunakan power bank untuk mengisi daya ponsel dan perangkat pribadi dalam penerbangan. Power bank juga tidak boleh diisi dayanya menggunakan port USB pesawat.


Read Entire Article
| | | |