Fakta Terusan Pinglu, Jalur Dagang Baru China ke Asia Tenggara

3 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

China resmi membuka Terusan Pinglu atau Kanal Pinglu di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang untuk sebagai jalur perdagangan baru pada Rabu (16/9). Jalur ini bisa langsung terhubung dengan kawasan Asia Tenggara.

Terusan sepanjang sekitar 134 kilometer itu menghubungkan jalur Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu dan memangkas jarak pelayaran dari wilayah pedalaman China barat daya menuju laut hingga lebih dari 560 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembukaan Terusan Pinglu menjadi bagian dari upaya China memperkuat jalur perdagangan dengan Asia Tenggara.

Media pemerintah China, CGTN, menyebut kanal tersebut sebagai "gerbang baru untuk perdagangan China-ASEAN".

Terusan Pinglu seluruhnya berada di Guangxi, wilayah China yang berbatasan dengan Vietnam dan menghadap Laut China Selatan. Jalur ini menghubungkan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu, bagian barat laut Teluk Tonkin yang berada di antara China selatan dan Vietnam utara.

Proyek strategis China

Terusan Pinglu merupakan proyek river-to-sea atau sungai-ke-laut utama pertama yang direncanakan China sejak 1949. Proyek tersebut juga menjadi terusan pertama yang dibangun China setelah berdirinya pemerintahan komunis.

Terusan ini merupakan bagian dari Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru. Koridor tersebut bertujuan menghubungkan wilayah China barat dan barat daya dengan negara-negara Asia Tenggara serta pasar global.

Koridor itu juga menjadi bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang digagas Presiden China Xi Jinping. Inisiatif tersebut mencakup pembangunan jaringan jalan raya, pelabuhan, dan jalur kereta api untuk menghubungkan China dengan berbagai kawasan, termasuk Eropa dan Afrika.

Dengan adanya Terusan Pinglu, sejumlah wilayah pedalaman seperti Chongqing, Chengdu, Guizhou, dan Yunnan bisa memperoleh akses secara langsung menuju Asia Tenggara melalui jalur laut.

Pangkas jarak dan biaya logistik

Salah satu manfaat utama Terusan Pinglu adalah penghematan jarak dan biaya transportasi.

Otoritas Guangxi memperkirakan kanal tersebut dapat memangkas jarak pengiriman antara China barat daya dan negara-negara Asia Tenggara sekitar 560 kilometer.

Jalur baru itu juga diperkirakan mengurangi biaya logistik sekitar 18 hingga 30 persen.

Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Guangxi Zhang Zhiwen memperkirakan penghematan biaya transportasi dapat mencapai lebih dari 5 miliar yuan atau sekitar US$700 juta setiap tahun.

Wakil Ketua Daerah Guangxi Lu Xinning menyebut penghematan tersebut sebagai "keuntungan nyata" karena dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan perdagangan domestik dan luar negeri.

Terusan itu dirancang untuk dilalui kapal dengan kapasitas hingga 5.000 ton. Pembangunan proyek tersebut menghabiskan sekitar 72,7 miliar yuan atau sekitar US$10,8 miliar.

Baca halaman berikutnya >>>>

Read Entire Article
| | | |