CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 13:00 WIB
Niu Lai merupakan film animasi China yang dicibir penonton, tapi mampu bersaing box office dengan Spider-Man: Brand New Day. (Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media)
Jakarta, CNN Indonesia --
Satu film animasi independen China berjudul Niu Lai atau The Arrival Of The Ox mendadak menjadi perbincangan hangat dan meraih lonjakan penonton di bioskop, meski sempat menjadi sasaran kritik pedas netizen hingga kritikus film.
Menariknya, animasi dengan visual sangat sederhana itu malah berani bersaing ketat melawan film blockbuster Hollywood sekelas Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey garapan Christopher Nolan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal dirilis di bioskop, Niu Lai sesungguhnya sudah dirujak dan tuai cibiran penonton di media sosial lantaran kualitas garapannya yang dinilai sangat kasar dan kaku.
Tak terhenti di situ, penonton juga mencibir alur cerita yang begitu canggung. Niu Lai mengisahkan petualangan seekor anak sapi yang berjuang untuk menjadi pejuang, ditemani burung skylark.
Film itu sesungguhnya menyelipkan makna keberanian serta pengorbanan. Namun, Niu Lai dinilai penonton begitu membingungkan dalam menyampaikan pesan tersebut.
Surat kabar Beijing News, seperti diberitakan Channel News Asia pada Selasa (18/8) bahkan menyebut kualitas animasi film tersebut patah-patah dan pengisi suaranya terdengar canggung.
Ulasan buruk itu sempat membuat Niu Lai terancam tenggelam.
Dalam 10 hari pertama penayangannya di China, Niu Lai hanya mampu meraup pendapatan sekitar 7.700 yuan atau setara Rp20,4 juta (1 RMB=Rp2.650,38) dan menyandang predikat film animasi berpendapatan terendah tahun ini.
Namun, peta kekuatan di bioskop mendadak berbalik saat akhir pekan.
Berkat fenomena meme, cibiran penonton, dan rasa penasaran warganet yang menjamur di internet, warga China malah berbondong-bondong memadati studio bioskop untuk menyaksikan film tersebut secara langsung.
Data platform tiket Maoyan mencatat Niu Lai jadi sukses mengantongi pendapatan hingga 5,6 juta yuan atau setara Rp14,84 miliar hanya dalam sehari pada Minggu (16/8) lalu.
Maoyan bahkan memproyeksikan total pendapatan film ini bisa menembus angka 18,4 juta yuan atau setara atau setara Rp48,76 miliar dalam masa tayang satu bulan.
Pencapaian ini terbilang fenomenal mengingat kehadiran dua film raksasa Hollywood, Spider-Man: Brand New Day dan The Odyssey, sempat membuat sejumlah produksi film besar China menunda jadwal tayang mereka di bioskop.
Ledakan kepopuleran Niu Lai diduga kuat dipicu faktor keunikannya yang dibuat secara manual di tengah gempuran tren konten animasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di saat industri hiburan China gencar memanfaatkan teknologi AI, mulai dari start-up lokal untuk memproduksi konten secara massal dan serba cepat, Niu Lai benar-benar diproduksi manual oleh manusia.
Niu Lai diberitakan murni dikerjakan dua orang saja, yakni Xin Yumeng selaku sutradara dan Sun Lifang sebagai penulis naskah, yang juga merangkap mengisi seluruh suara karakter.
Sentuhan manual yang serba terbatas namun autentik itu yang diyakini pada akhirnya memicu rasa penasaran publik, hingga mengubah film animasi yang tadinya dirujak netizen menjadi fenomena unik di papan atas box office China.
(chri)

















































