Freeport Lepas 12 Persen Saham ke RI Gratis

1 hour ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan proses pengalihan saham tambahan Freeport-McMoRan (FCX) sebesar 12 persen ke Indonesia dilakukan tanpa biaya alias gratis.

Proses peralihan 12 persen saham tambahan akan dilakukan pada 2041 setelah perpanjangan kontrak yang disepakati pada Februari 2026.

"Divestasi 12 persen lagi ditandatangani sekarang untuk berlaku tahun 2041. Itu nggak ada jual belinya. Tidak jual belinya," kata Tony di Tembagapura, Papua Tengah, Senin (17/8) yang dikutip dari DetikFinance.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnnya, Freeport McMoran Inc mau mengalihkan sahamnya dengan syaratnya, pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro-rata Freeport yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah 2041.

Hal itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MOU) antara Freeport dengan Pemerintah Indonesia untuk perpanjangan masa pakai hak operasi sumber daya bagi PTFI di distrik mineral Grasberg yang diteken kedua belah pihak pada Rabu (18/2).

"FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76 persen hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37 persen mulai tahun 2042," tulis perusahaan dalam keterangan resmi yang diunggah pada laman Freeport.

Dalam wawancara dengan CNN TV, Tony Wenas menyebutkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) menjadi faktor krusial untuk menjamin keberlanjutan operasi pertambangan di Indonesia.

Tanpa kepastian izin sejak dini, perusahaan mengaku sulit melanjutkan investasi jangka panjang untuk mengembangkan tambang bawah tanah.

Menurut Tony, kepastian perpanjangan izin harus diperoleh jauh sebelum masa berlaku IUPK berakhir pada 2041. Sebab, pengembangan tambang bawah tanah membutuhkan waktu yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 15 hingga 20 tahun.

Ia mencontohkan tambang bawah tanah Grasberg di Papua yang mulai berproduksi pada 2016-2017 sebenarnya telah dipersiapkan sejak 2004. Karena itu, Freeport perlu mulai mengembangkan cadangan tambang baru dari sekarang agar produksi tidak mengalami penurunan ketika izin saat ini berakhir.

"Oleh karena itu memang diajukan perpanjangannya dari sekarang supaya pada saatnya nanti di 2041 tidak terjadi depleting production. Jadi produksi bisa tetap stabil karena kita sudah berani berinvestasi untuk menemukan cadangan-cadangan baru yang kami yakini masih ada," tegas Tony dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta)

Read Entire Article
| | | |