Jakarta, CNN Indonesia --
Panggung semifinal The National Fours Campus League begitu membara kala mempertemukan tim-tim terbaik yang siap berebut takhta.
Dua sektor bergengsi, baik putra maupun putri, menyajikan duel sengit penuh ambisi. Universitas Pelita Harapan (UPH) mengirimkan dua wakil terbaiknya, berharap langkah mereka berujung manis di laga pemungkas nantinya.
Laga krusial ini digelar langsung di Basketball Court UPH, Tangerang, Jumat (12/6). Arena itu seharusnya memberi keuntungan berlipat ganda bagi UPH sebagai tuan rumah. Di depan ratusan suporter setia yang memadati tribun dengan penuh gairah, atmosfer pertandingan terasa begitu megah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika giliran tim UPH berlaga, gelombang pendukung datang berbondong-bondong tanpa jeda. Sebagian besar adalah teman-teman sekampus yang siap bersuara, bersatu padu demi lambang di dada.
Tak hanya rekan sejawat yang datang memberikan energi dan doa, deretan orang tua juga tampak hadir di sudut-sudut area. Seluruh keluarga besar mahasiswa UPH berkumpul menjadi satu suara membahana.
GOR Basket UPH pun bergemuruh hebat tanpa henti, menciptakan semangat yang begitu terasa di hati. Saat tim putri berlaga di siang hari, hingga tim putra berjuang pada sorenya, riuh rendah dukungan tak pernah surut sedetik pun demi memberi selamat.
Pekikan keras terus menggema di setiap sudut ruang, membakar motivasi agar para pemain tampil layaknya pejuang.
"Go go go UPH!! Ayo UPH. Ayo Radit, ayo Nael, bisa bisa!" teriak penonton riuh rendah di udara menyemangati rekan-rekannya di lapangan.
"Defend, defend, defend!" gema mereka saat barisan pertahanan mulai dibentuk.
Suporter UPH yang begitu 'berisik' mendominasi laga, ternyata sama sekali tak membuat lawan terusik. Tim putri UPH harus mengakui keunggulan Universitas Surabaya (Ubaya) 50-80.
Sementara tim putra juga harus tumbang di tangan Institut Perbanas lewat drama sengit yang berakhir 50-59 di papan angka. Seketika itu juga, suasana GOR UPH langsung hening membisu saat bunyi sirene pertandingan nyaring terdengar.
Meski begitu, tepuk tangan riuh tetap bergemuruh dari bangku penonton yang berderet miring. Sebuah apresiasi tulus untuk para atlet yang telah berjuang sekuat tenaga, menjaga kehormatan almamater tercinta agar tetap bangga
Padahal, andai kemenangan berhasil diraih hari ini, GOR UPH dipastikan akan kembali tumpah ruah esok hari, Sabtu (13/6). Sebelum takluk, UPH sebenarnya memiliki kans besar untuk mengawinkan gelar juara.
Takdir berkata lain, dua perwakilan mereka di semifinal justru tumbang, memaksa sang elang gigit jari melihat rivalnya angkat trofi di rumah sendiri.
Laga final Campus League memang tetap akan digelar pada hari Sabtu di lokasi yang sama. Meski gagal ke puncak, tim dengan logo elang ini masih punya satu kesempatan tersisa untuk merebut posisi tiga. Sektor putri akan berjumpa UKSW, sedangkan tim putra siap mengadang Ubaya demi membalas luka lama.
(afr/nva)
Add
as a preferred source on Google

















































