Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (18/9).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam kondisi mixed, dengan peluang penguatan tetap terbuka meski risiko koreksi masih membayangi.
"Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga rawan menguji kembali area 6.290-6.370. Namun, selama mampu bertahan di atas 6.370, IHSG berpeluang menguat ke rentang 6.541-6.581," ujar Herditya dalam riset hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.279, 6.201 dan resistance 6.585, 6.633 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, BMRI, BRPT, dan DSSA.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang mengalami rebound setelah koreksi pada perdagangan kemarin lebih terbatas dan indeks masih mampu bertahan di atas level support 6.370.
"Jika support Fibonacci di 6.370 tetap bertahan, IHSG berpotensi rebound menuju area 6.582-6.639," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.370, 6.290, dan 6.179 dan resistance 6.639, 6.752, 6.835, dan 6.916 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, BBRI, BRPT dan BUMI.
IHSG ditutup di level 6.462 pada perdagangan Kamis (17/9) sore. Indeks saham menguat 25,57 poin atau naik 0,40 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp13,87 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,41 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 384 saham menguat, 244 terkoreksi, dan 164 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/ins)


















































