Jakarta, CNN Indonesia --
Film terbaru Resident Evil garapan sutradara Zach Cregger bersiap mengukir deretan rekor baru, baik dari segi pencapaian finansial maupun penilaian kritikus film di ranah adaptasi gim video live-action.
Rilisan terbaru beranggaran US$75 juta besutan Sony ini diproyeksikan bakal mencatatkan pendapatan pekan perdana terbesar dalam sejarah waralaba Resident Evil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Variety dan Deadline, film itu membidik angka pembukaan domestik di AS sebesar US$40 hingga US$50 juta, bahkan berpotensi mendekati US$60 juta.
Dengan tambahan proyeksi pasar internasional sebesar US$31 juta, Resident Evil berpeluang mengantongi total debut global sekitar US$80 juta.
Angka tersebut otomatis menumbangkan rekor pembukaan domestik terbanyak yang selama ini dipegang Resident Evil: Afterlife (2010) dengan US$26,6 juta.
Tak hanya itu, angka tersebut juga menjadi modal awal yang solid untuk mengejar rekor pendapatan total tertinggi waralaba yang dipegang Resident Evil: The Final Chapter (US$312 juta).
Selain dari pundi-pundi bioskop, performa film ini juga sesungguhnya sudah mencetak sejarah di situs agregator Rotten Tomatoes dengan menyabet skor kritikus mencapai 97 persen.
Capaian ini menobatkan karya terbaru sutradara Weapons dan Barbarian tersebut sebagai adaptasi gim live-action dengan nilai ulasan tertinggi sepanjang masa, melampaui pencapaian serial populer, seperti Fallout (94 persen) maupun The Last of Us (94 persen).
Hasil ini, seperti diberitakan Forbes, berbanding terbalik dengan jajaran film Resident Evil terdahulu yang tidak pernah mengantongi skor kritikus di atas 40 persen.
Prospek manis di tangga box office ini terbilang impresif mengingat proyek tersebut sempat diwarnai gelombang keraguan dari basis penggemar garis keras, menyusul keputusan Cregger tidak memunculkan karakter ikonis gim, seperti Leon S. Kennedy dan memilih alur cerita orisinal.
"Saya memahami keraguan itu karena saya pun merasakan hal yang sama sebagai penggemar," kata Cregger dalam wawancara bersama IGN beberapa waktu lalu.
"Harapan saya, mereka tetap menonton terlepas dari kekecewaan atau skeptisisme yang ada, dan bisa merasakan kecintaan mendalam terhadap gim yang kami tuangkan dalam film ini," ungkapnya.
Cregger menegaskan langkahnya menggarap film ini murni didorong komitmen menyajikan nuansa survival horror yang autentik, bukan sekadar memanfaatkan nama besar Resident Evil demi mengamankan dana produksi Hollywood.
Resident Evil tayang sejak 16 September di bioskop Indonesia.
(chri)

Resident Evil garapan Zach Cregger (Barbarian, Weapons) cetak rekor skor ulasan tertinggi hingga capaian debut. (Columbia Pictures/Sony Pictures)

















































