CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 21:00 WIB
Ilustrasi. Ada alasan ketika ikan cupang diam dan tak mau makan. (Istockphoto/aluxum)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikan cupang yang biasanya aktif tiba-tiba diam di dasar akuarium, berenang lebih lambat, atau bahkan tidak menyentuh makanan tentu bisa membuat pemiliknya khawatir.
Perubahan perilaku tersebut memang patut diperhatikan. Suhu dan kualitas air, kondisi lingkungan, hingga penyakit dapat memengaruhi aktivitas serta nafsu makan ikan cupang (Betta splendens).
Lantas, apa yang menyebabkan ikan cupang diam dan tidak mau makan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Suhu air terlalu dingin
Suhu air menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperiksa ketika cupang tiba-tiba menjadi pasif. Cupang merupakan ikan tropis yang membutuhkan air hangat. Ketika suhu terlalu rendah, aktivitas tubuhnya dapat melambat, termasuk perilaku mencari dan memakan makanan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Zoology menguji batas toleransi suhu pada sejumlah ikan akuarium tropis, termasuk Betta splendens. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dan tingkat makan cupang mulai menurun ketika suhu berada di kisaran 16,5-17,5 derajat Celsius.
Namun, angka tersebut bukan berarti cupang baru akan mengalami masalah ketika suhu air mencapai 16 derajat Celsius. Suhu akuarium untuk cupang peliharaan sebaiknya jauh lebih hangat.
Mengutip PetMD, suhu air yang direkomendasikan untuk cupang berada di kisaran 76-81 derajat Fahrenheit atau sekitar 24,4-27,2 derajat Celsius. Selain suhu, kestabilannya juga penting karena perubahan suhu yang terlalu cepat dapat membuat ikan stres.
2. Kualitas air akuarium bermasalah
Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang baik untuk ikan. Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam memelihara cupang.
Sejumlah parameter, seperti kadar amonia, nitrit, nitrat, dan pH, perlu diperhatikan. Perubahan kondisi air dapat membuat ikan stres sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Studi terhadap 40 ikan cupang jantan yang diterbitkan dalam Animal Behaviour Science menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kekeruhan air, semakin rendah feeding rate atau tingkat makan ikan. Ikan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai makanan.
Artinya, kondisi lingkungan akuarium yang buruk tidak hanya dapat membuat cupang terlihat malas bergerak, tetapi juga mengurangi responsnya terhadap makanan.
3. Cupang sedang stres
Cupang memang dikenal sebagai ikan yang relatif mudah dipelihara. Namun, bukan berarti ikan ini dapat ditempatkan dalam kondisi lingkungan apa pun.
Lingkungan yang tidak sesuai dapat membuat cupang stres. Beberapa penyebabnya antara lain aliran filter yang terlalu kuat, perubahan kondisi akuarium secara mendadak, hingga lingkungan yang membuat ikan tidak merasa aman.
Cupang membutuhkan air yang bersih dan stabil, aliran air yang lembut, tempat untuk bersembunyi, serta akses ke permukaan air.
Ikan ini juga memiliki organ labirin yang memungkinkannya mengambil udara langsung dari permukaan air. Karena itu, permukaan akuarium tidak sebaiknya tertutup rapat atau terhalang sehingga cupang kesulitan mengambil udara.
4. Bisa menjadi tanda sedang sakit
Diam dan tidak mau makan juga dapat menjadi tanda cupang sedang sakit, terutama jika disertai perubahan fisik lainnya.
Mengutip penelitian yang diterbitkan dalam Comparative Medicine, cupang yang mengalami gangguan kesehatan dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti lethargy atau menjadi sangat pasif, tidak tertarik pada makanan, serta sirip yang menguncup atau menempel ke tubuh.
Tanda lainnya dapat muncul tergantung masalah kesehatan yang dialami. Pada kondisi fin rot, misalnya, sirip dapat terlihat rusak atau memiliki bagian tepi yang tidak rata. Sementara itu, pada gangguan kesehatan tertentu, ikan dapat mengalami perubahan warna, luka, atau kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.
Cara mengatasi cupang yang diam dan tidak mau makan
Ketika ikan cupang diam dan tidak mau makan, memberikan obat secara sembarangan bukan langkah pertama yang tepat. Pemilik sebaiknya mulai dengan memeriksa suhu dan kualitas air, kemudian mengamati perubahan perilaku serta kondisi fisik ikan.
Pastikan pula makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan cupang. Ikan ini merupakan karnivora sehingga membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang cukup tinggi.
Berikan makanan khusus cupang dalam porsi kecil secara rutin. Hindari memberikan makanan secara berlebihan karena sisa makanan yang tidak dimakan dapat mengotori air dan memperburuk kualitas akuarium.
Jika setelah kondisi lingkungan diperbaiki cupang tetap lemas, tidak mau makan, atau menunjukkan tanda fisik yang tidak biasa, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi dengan dokter hewan yang berpengalaman menangani ikan atau ahli ikan dapat membantu menentukan penyebab cupang diam dan tidak mau makan sekaligus langkah penanganan yang tepat.
(anm/tis)


















































