Jakarta, CNN Indonesia --
Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, angkat suara mengenai klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan sang kakak untuk mengajak dialog.
Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan Kim Yo Jong tak tahu menahu mengenai komunikasi tersebut.
Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong justru menyoroti tindakan AS yang berlatih militer bersama dengan Korea Selatan. Ia mengatakan meskipun Washington kini mengurangi durasi latihan tersebut, kegiatan itu sendiri mencerminkan "kebijakan permusuhan" AS yang tidak pernah berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (17/8), Trump mengaku kepada wartawan bahwa Kim Jong Un telah merespons ajakannya untuk berdialog.
"Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan sangat terhormat, dan kami bertemu dalam banyak kesempatan, sebenarnya, dua kesempatan utama, berbicara dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahaminya. Dia memahami saya," ujar Trump.
Pernyataan Trump disampaikan sehari setelah ia menginstruksikan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
Trump beralasan Korsel tidak membantu AS saat dibutuhkan untuk menghadapi Iran. Ia juga merasa latihan militer bersama itu cuma buang-buang uang.
Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (18/8) kemudian melaporkan bahwa Trump telah meminta secara pribadi kepada para ajudannya untuk mengatur pertemuan dengan Kim Jong Un ketika ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC akan diadakan pada 18-19 November mendatang.
Sejauh ini, belum ada rencana formal yang dibuat untuk pertemuan Trump dan Kim Jong Un.
Sejak lama, Trump menggembar-gemborkan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un. Hubungan kedua pemimpin tersebut memang menjadi tema dominan selama masa jabatan pertama Trump.
Tahun lalu, Kim Yo Jong sempat mengakui bahwa hubungan pribadi abangnya dan Trump "tidak buruk". Namun, ia menegaskan jika Washington berniat menggunakan hubungan tersebut sebagai cara untuk mengakhiri program nuklir Pyongyang, upaya tersebut hanya akan berakhir sebagai "olokan".
Dalam laporan terbaru KCNA, Kim Yo Jong kembali menyinggung soal hubungan harmonis Trump dan Kim Jong Un. Ia mengamini bahwa keduanya benar-benar memiliki hubungan "yang sangat baik".
(blq/dna)


















































