Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah desa di India menarik perhatian global karena menjadi salah satu contoh koeksistensi paling menarik di dunia antara manusia dan satwa liar.
Shetpal, desa kecil di negara bagian Maharashtra, India, dihuni secara tak biasa oleh manusia dan ular, khususnya kobra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ular-ular kobra di Shetpal tidak dianggap menakutkan apalagi mengganggu. Para penduduk justru percaya bahwa ular adalah hewan suci yang harus dihormati.
Dilansir dari Firstpost, warga desa Shetpal biasa membiarkan ular kobra berjalan-jalan dengan bebas di mana pun. Kobra dapat ditemukan di halaman, rumah, bahkan di ruang-ruang publik saat para warga beraktivitas.
Situasi ini terjadi dari generasi ke generasi karena kepercayaan dan ritual yang diwariskan turun-temurun. Kobra dipuja karena kaitannya dengan budaya Hindu, bahkan sampai diberikan ruang khusus untuk mereka beristirahat tanpa gangguan.
Di beberapa wilayah India, ritual pemujaan ular sudah ada selama berabad-abad lamanya. Tradisi ini umumnya dilakukan ketika festival Nag Panchami.
Meskipun desa ini dikenal karena keakrabannya dengan ular, para pengunjung yang berniat ke Shetphal sebaiknya tetap waspada mengingat ular kobra termasuk golongan hewan liar berbahaya.
Para pelancong pertama-tama harus menghormati kepercayaan dan tradisi dengan ikut menghormati para ular. Pengunjung tidak boleh mengganggu wilayah ular, memegang ular, atau memprovokasi mereka dengan cara apa pun.
Pengunjung juga harus senantiasa menjaga jarak aman dan mengikuti arahan dari penduduk setempat.
Apabila melihat ular, jangan membuat gerakan tiba-tiba atau bereaksi keras. Sikap tenang sangat penting agar tidak mengusik hewan tersebut.
Pelancong yang hendak ke Shetpal juga sebaiknya mengenakan alas kaki tertutup seperti sepatu atau sandal kokoh. Hindari berjalanan tanpa alas kaki, terutama di daerah desa yang tidak dikenal.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

















































